Rabu, 28 Maret 2012

Nasabah Bakrie Life Minta Jaminan Aset

TEMPO.CO, Jakarta 
Nasabah Diamond Investa produk PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) meminta jaminan jika dana mereka tidak dibayarkan perusahaan. "Aset dapat berupa tanah atau apapun yang bisa kami pegang," kata salah satu nasabah Bakrie Life, Lie Hendy, di kantor Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Rabu, 28 Maret 2012.

Sebenarnya, Lie ingin jaminan berupa bank garansi. "Sehingga kalau gagal bayar, bisa langsung cair," kata dia. Namun, sepertinya yang bisa diharapkan sekarang jaminan berupa aset. Nasabah mendorong agar jaminan ini tertuang pada perjanjian baru. "SKB (Surat Keputusan Bersama) yang lalu tidak ditepati karena tidak ada jaminan kepada nasabah," kata Lie.

Sekitar 250 nasabah menanamkan dana di Diamond Investa, produk Bakrie Life. Ketika terjadi krisis ekonomi global pada 2008, Bakrie Life mengalami kasus gagal bayar. Total kerugian sebesar Rp 360 miliar. Bakrie Life meneken perjanjian SKB dengan nasabah Diamond Investa dan Bapepam tentang skema pembayaran utang produk asuransi berbasis investasi itu.

Sesuai perjanjian, skema pembayarannya berupa pengembalian dana pokok sebesar 25 persen pada 2010, 25 persen pada 2011, dan sisanya 50 persen dilunasi pada 2012. Sebanyak 25 persen dana pokok pada 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan. Demikian juga pada 2011. Sisanya 50 persen dibayar langsung pada Januari 2012.

Hingga kini, Bakrie Life baru membayar dana pokok sebesar 16 persen. Sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa yang belum dibayar, yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012. Sesuai SKB, pembayaran utang dan cicilan bunganya harus dilunasi selambatnya pada 31 Januari 2012. Hingga kini, janji itu tidak ditepati Bakrie.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Bakrie Life Timoer Sutanto mengaku pihaknya kesulitan membayar utang. Perseroan meminta bantuan induk perusahaan Bakrie Capital Group  untuk membantu melunasi utang.

Nasabah kembali bertemu Direksi Bakrie Life yang difasilitasi Bapepam. Mereka ingin mendapat kejelasan pembayaran dana mereka. Pertemuan tersebut dihadiri antara empat orang nasabah dengan Direksi Bakrie Life yang dipimpin Timoer Soetanto.

Namun, pertemuan itu tak membuahkan hasil. "Perusahaan ingin mengumpulkan aspirasi dari seluruh nasabah di kota lain terlebih dulu. Kami hanya mewakili nasabah Jakarta dan Bandung," kata Lie. Pekan depan, Direksi Bakrie Life akan datang ke Ujung Pandang. Pertemuan berikutnya dijadwalkan dua pekan mendatang. "Kami harap, saat itu sudah ada angka. Kapan dibayar dan berapa nominalnya."

Nasabah lainnya, Yoseph, mengatakan pihaknya harus menerima pengunduran waktu pembahasan pembayaran dana mereka. "Kalau kita tidak terima, nanti mereka tidak mau bertemu lagi," kata dia.

Freddy Kusharyono, nasabah lain, mengaku kecewa dengan hasil pertemuan kali ini. "Kami mendapat sinyalemen, Bakrie Life menyepelekan masalah ini. Mereka bisa karena mereka kuat sehingga bisa bersikap arogan," ujarnya. Kasus Bakrie Life menunjukkan contoh buruk bisnis asuransi di Indonesia. "Saya juga tanam modal di Manulife, Prudential, dan Sequislife, semua beres."

Selasa, 13 Desember 2011

Bapepam-LK: Bakrie Life wajib lapor tiap pekan

Kontan OnLine, 10/12/2011, JAKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mewajibkan PT Asuransi Jiwa Bakrie alias Bakrie Life untuk memberikan laporan setiap pekan. Laporan berisi, antara lain komunikasi direksi dengan nasabah Diamon Investa, produk asuransi jiwa berbasis investasi, termasuk perkembangan pengembalian dana kasus gagal bayar Bakrie Life.

Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata menegaskan, direksi wajib memberikan laporan berkala tersebut, baik dengan perkembangan atau pun tidak. "Meskipun sejauh ini Bakrie Life belum bisa berbuat banyak, kami ingin komunikasi terkait proses pengembalian dana kepada nasabah terus berjalan," ujarnya ditemui KONTAN, Jumat (9/12).
Tidak hanya itu, regulator juga terus mendorong agar Bakrie Life berupaya mencari alternatif-alternatif untuk menyelesaikan kewajibannya mengembalikan seluruh dana yang tertunggak. Walaupun, sampai saat ini, satu-satunya alternatif yang diandalkan masih bergantung pada suntikan dana induk usaha Bakrie Life, yakni Bakrie Capital Indonesia (BCI).

Sekadar informasi, skema pengembalian dana Bakrie Life kepada nasabah yang tersendat sudah mencapai Rp 116 miliar. Terdiri dari 45% sisa cicilan periode September 2010 sebesar Rp 8 miliar, Desember 2010 Rp 20 miliar, Maret 2011 Rp 20 miliar, Juni 2011 Rp 20 miliar, Desember 2011 Rp 20 miliar, termasuk bunga Agustus-November 2011 Rp 8 miliar.

Isa mengatakan, pihaknya tidak akan mencabut izin usaha kelompok Bakrie apabila kewajibannya terhadap nasabah belum tuntas. Tercatat, 250 nasabah Diamon Investa yang menanamkan duitnya di Bakrie Life mengalami kasus gagal bayar ketika perekonomian nasional terguncang pada akhir 2008 lalu dengan total kerugian sebesar Rp 360 miliar.

Sayang, jawaban Direktur Utama Bakrie Life Timoer Soetanto lagi dan lagi hanya bisa menunggu suntikan dana dari induk usahanya. Harap maklum, sejak kasus ini mencuat, regulator memberi sanksi berupa Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU). "Sampai sekarang, kami belum bisa menjanjikan, bergantung drop dana dari induk usaha," imbuh Timoer.

Asal tahu saja, nasabah Bakrie Life sudah berkali-kali menuntut haknya melalui berbagai cara. Antara lain, menggelar aksi demo di depan kantor BCI, Dewan Perwakilan Rakyat, sampai berusaha mendorong Bapepam-LK mendesak pengembalian dana. Namun, kerja sama tersebut belum juga membuahkan hasil. BCI malah membeli hak siar piala dunia 2014.

Wahyudi, salah seorang nasabah Diamon Investa Bakrie Life mengaku, dia dan beberapa rekannya yang senasib seperjuangan akan terus menuntut pengembalian dananya. "Seluruh upaya akan dilakukan, mulai dari menggelar aksi demo, menemui Bapepam-LK selaku regulator, DPR, direksi Bakrie Life, hingga menyurati Presiden RI lewat Sekretariat Negara," pungkasnya.

Source: Kontan OnLine

Senin, 12 Desember 2011

Situs Bakrie Life Kebobolan Hacker

Sidomi News, Published On: Mon, Dec 12th, 2011
“BAKRIE Penipu dan Pembohong.” Pesan itulah yang tertulis pada gambar Aburizal Bakrie yang muncul pada hari Minggu kemarin di situs web milik perusahaan Asuransi Bakrie Life. Gambar yang sangat menyudutkan pengusaha sekaligus politikus Aburizal Bakrie ini termuat dalam salah satu ikon situs tersebut dan diberi judul Kembalikan Dana masyarakat.

Sementara di bawah gambar Ical panggilan akrab Aburizal Bakrie masih ada tulisan lagi, “Kembalikan dana nasabah Bakrie Life.” Untuk menemukan ikon yang mengarah pada gambar ini sangat mudah dilakukan karena terdapat pada halaman depan situs www.bakrielife.com
Dari kabar yang dirilis oleh tribunnews disebutkan bila pihak asuransi Bakri Life maupun kelompok usaha Grup Bakrie belum memberi keterangan resmi apakah kejadian ini ada unsur kesengajaan atau merupakan hasil kerja dari para peretas atau hacker internet.

Bila dilihat sekilas memang tampilan situs ini terlihat normal. Selain gambar tersebut kolom atau fitur lain yang terpampang tampilannya tidak jauh berbeda dengan situs korporasi yang lain. Ada  tulisan tentang laporan kondisi keuangan, sejarah serta visi dan misi perusahaan maupun berbagai penghargaan yang pernah mereka terima terutama dalam bidang keuangan dan asuransi.

Menurut situs tersebut, asuransi Bakrie Life adalah bentuk usaha yang berbadan hukum yang bernama PT Asuransi Jiwa Bakrie yang memulai operasinya pada tahun 1996 dan berlokasi di Jakarta. Bakrie Life adalah salah satu jenis usaha yang tergabung dalam Bakrie Group yang didirikan pada tahun 1942 oleh H Achmad Bakrie. Saat ini Grup Bakrie menjalankan berbagai macam bidang usaha. Jumlah keseluruhannya adalah sekitar 40 jenis usaha atau perusahaan.

Jumat, 11 November 2011

Bakrie Life Offers Promises to Its Deceived Customers

Asuransi Jiwa Bakrie, controlled by the family of
controversial  businessman and politician Aburizal Bakrie,
 said on Friday that investors waiting for repayment
 of misused investment funds would have to wait indefinitely.
 (Bloomberg Photo)
JakartaGlobe. After failing to meet an earlier deadline, insurance company Asuransi Jiwa Bakrie told its frustrated former clients on Friday that their long wait for repayment of misused investment funds would continue indefinitely.


A nine-hour meeting between company representatives and customers failed to yield any sort of concrete offers by the company. “In the meeting the customers urged Bakrie Life to fulfill their promise and pay the installment they missed, because for most of the customers the money is used for everyday living,” said Yoseph, one of the clients who attended.

Timoer Sutanto, president director of the company, also known as Bakrie Life, said during a break in the meeting that the insurer was simply unable to raise the money needed to pay its former customers.

“We told them to be patient because currently we do not have the funds to pay them,” he said. “Our majority shareholder, Bakrie Capital Indonesia, has not been able to inject any money because they have had difficulties raising funds. This is not like finding money for [investment] projects, which banks love to fund.”

Timoer said Bakrie Life, controlled by the family of Aburizal Bakrie, one of Indonesia’s richest and most powerful men, was still committed to repaying its former investors. “We are still committed but we ask the customers to be patient. It will take time,” he said.

The customers have been waiting for nearly two years. Bakrie Life still owes up to Rp 290 billion ($32 million) to its customers who invested in its Diamond Investa product, Timoer said.

Bakrie Life created the product in 2005. According to the prospectus, 90 percent of investors’ money would be invested in bonds, and it promised returns of up to 13 percent annually. After the stock market crash of late 2008, Bakrie Life suspended interest payments and refused to return the initial investments to the customers, about 600 in total. It was later revealed that 80 percent of the money was in equities, about half of which was in Bakrie Group stocks.

In October 2009, Timoer said Bakrie Life would repay the investors in stages, with all of the money being paid by January 2012. Bakrie Life made one payment to some customers in March, but failed to make a scheduled remittance by the end of June.

Yoseph said the customers on Friday asked Bakrie Life to deposit some form of collateral with them, whether stocks, bonds or real estate.

Meanwhile, the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) told the Jakarta Globe last week that the Bakrie Life clients were on their own.

“The customers must deal directly with the company because it is now a civil case. They can hire lawyers and go to court. We have done our part by intermediating between them,” said Fuad Rahmany, head of the regulator.

“What else should we do? Should Bapepam give back their money?” he said. “It’s ridiculous. You were tricked by this company and now Bapepam has to pay for it?” , http://www.thejakartaglobe.com/business/bakrie-life-offers-promises-to-its-deceived-customers/394484

Kamis, 10 November 2011

Puluhan Nasabah Tuntut Bakrie Life Kembalikan Dana

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan nasabah Bakrie Life asal Bandung, Jawa Barat, berunjuk rasa ke Gedung Bapepam-Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (10/11). Mereka menuntut pengembalian dana sebesar Rp360 miliar.

Dalam aksi itu, massa yang mengatas-namakan Tim Penyelamat Bakrie Life membawa spanduk berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Grup, Aburizal Bakrie. Mereka kecewa karena Bakrie Grup abai memenuhi janji untuk membayar dana nasabah. Mereka menuntut Bapepam-LK turun tangan dan membantu pengembalian dana nasabah.

Nasabah Bakrie Life berinvestasi di Bakrie Life tiga tahun lalu. Namun ketika jatuh tempo pembayaran, Bakrie Life tidak membayarkan dana mereka.(DSY)

Rabu, 02 November 2011

Nasabah Bakrie Life Tuntut Pengembalian Dana

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan nasabah Bakrie Life berunjuk rasa di depan Gedung Wisma Bakrie II, menuntut pengembalian dana mereka sebesar Rp360 miliar.

Para pengunjuk rasa juga menggelar berbagai spanduk dan poster, yang berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Groups, Abu Rizal Bakrie. Mereka dan 200 nasabah lainnya menuntut agar Bakrie Life segera mengembalikan dana.

Para pengunjuk rasa menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Golkar tersebut yang dinilai menelantarkan nasabahnya, 1/11/2011