Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2012

Nasabah Bakrie Life akan menagih Aburizal Bakrie


JAKARTA.
Kontan.co.id
Daftar ingkar janji manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) semakin panjang. Setelah gagal mengembalikan uang nasabah Diamond Investa selama tiga tahun sejak 2010, kini Bakrie Life ingkar janji lagi dalam mencairkan bunga Rp 4,5 miliar. Kewajiban itu seharusnya ditunaikan Selasa (22/5).
Menurut nasabah Bakrie Life, Freddy Koeshariono, uang tersebut adalah jumlah bunga yang seharusnya dibayarkan pada Desember 2011 dan Januari 2012.
Manajemen Bakrie Life sendiri yang menjanjikan uang akan cair pada 22 Mei. Mereka mengemukakan kesanggupan itu saat pertemuan di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 9 Mei lalu.
"Tapi ketika tadi kami menagih, mereka bilang belum dapat kucuran dari induk usaha," ujar Freddy, usai pertemuan dengan manajemen Bakrie Life di Kantor Bapepam-LK, Selasa (22/5).
Tragisnya lagi, ketika nasabah mendesak kapan pengembalian dana itu, manajemen tidak bisa menjawab. Alasannya belum ada kepastian dari Bakrie Capital Indonesia (BCI), perusahaan induk Bakrie Life. Padahal, pada pertemuan kemarin itu, hadir Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, dan Direktur Keuangan Bakri Capital Indonesia (BCI), Akhabani. "Kalau mereka saja tidak bisa apa-apa, ya, kami minta siapa perwakilan BCI yang bisa memutuskan," tegasnya.
Kesabaran nasabah pun semakin habis. Makanya, pada pertemuan dua pekan mendatang, nasabah akan minta perjanjian tertulis. Dengan begitu ada dasar hukum jika terjadi wanprestasi lagi.
Seperti biasa, Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatarwata, hanya berharap, nasabah dan manajemen segera mendapatkan titik temu. Menurut Isa, pihaknya tidak memberikan tenggat waktu agar kedua pihak mencapai kesepakatan. "Kedua pihak harus eksplorasi cara-cara lain dan saat ini mereka sedang melakukan, mudah-mudahan ketemu alternatifnya," ujar Isa, lewat pesan singkat.
Nasabah sudah menyiapkan terobosan agar memaksa Bakrie Life mencairkan hak mereka. Antara lain, kata Freddy, menagih langsung ke Aburizal Bakrie, pemilik Bakrie Grup yang berencana maju sebagai calon presiden lewat Partai Golkar. Nasabah akan mencegat Ical, sapaan Aburizal, di setiap kesempatan.
Nasabah membayangkan, Ical memiliki rasa malu, sehingga mau menyelesaikan dulu aibnya di Bakrie Life sebelum bersaing merebut kursi RI-1. "Sebenarnya hari ini kamu mau mencegat tapi kami tunda," tegasnya.
Timoer tidak mengelak soal ketidakmampuan membayar bunga untuk Desember 2011 dan Januari 2012. Sayang dia tidak bisa menjanjikan kapan membayar. "Kami masih usahakan secepatnya biar ada pembayaran," kata Timoer.
Sebenarnya saat pertemuan April lalu, manajemen mengusulkan pembayaran dengan skema baru. Pemegang saham meminta kemudahan mengangsur Rp 4 miliar selama 5 tahun. Bila usulan itu disetujui, hingga tahun kelima nanti sudah terbayarkan sekitar Rp 240 miliar. Tetapi nasabah belum menyetujui karena terlalu lama jangka waktu pelunasannya. Selain itu mereka trauma dibohongi

Senin, 14 Mei 2012

Nasabah Bakrie Life: Dengarkanlah Jeritan Hati Kami Pak Ical

Jakarta - Detik Finance  - Senin, 14/05/2012 13:42 WIB
Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mengungkapkan kekecewaannya terkait belum adanya kepastian pembayaran dana pokok Diamond Investa. Nasabah kini memohon bantuan langsung dari pendiri Grup Bakrie yakni Aburizal Bakrie.

"Kami nasabah Diamond Investa Bakrie Life, benar-benar sangat berharap dan memohon kepada bapak Aburizal Bakrie agar dengan cepat membantu menuntaskan masalah gagal bayar Bakrie Life yang tidak kunjung selesai," kata perwakilan nasabah Bakrie Life, Freddy dalam surat elektroniknya yang dikirim kepada detikFinance, Senin (14/5/2012).

"Semoga dengan tulisan ini, bapak membantu jeritan hati dan kesusahan kami dengan melakukan pembayaran. Kami percaya bapak bisa membayar dana nasabah," imbuh Freddy.

Dijelaskan Freddy, nasabah merasa bingung dengan sikap manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia selaku pemegang saham asuransi jiwa tersebut. Karena sudah kurang lebih 2 bulan berdiskusi dengan nasabah yang di mediasi oleh Bapepam LK namun belum juga ada tanda-tanda pembayaran.

"Sampai kami bertanya apakah bapak sudah tahu masalah ini? Mereka bilang bapak sudah tahu kami tidak percaya kalau bapak sudah tahu masalah Bakrie Life secara rinci," tulis Freddy.

"Nasib dana kami sangat tergantung kepada bapak yang merupakan pemilik Bakrie Group. Kami percaya Bakrie bisa melunasi ini sampai akhir tahun 2012 mengingat ini kasusnya sudah sejak 2008," tuturnya kembali.

Perwakilan nasabah asal Bandung ini mengatakan asuransi harusnya memberikan proteksi jangan sampai investor tak percaya lagi kepada asuransi lokal. Hal ini akan berdampak negatif kepada industri perasuransian di Indonesia.

"Manajemen berjanji akan membayar bunga 9,5% bulan Desember 2011 dan Januari pada 16 mei 2012. Sedangkan sisa Rp 270 miliar yang merupakan dana pokok nasabah belum ada kejelasan," tutup Freddy.

Bakrie Life memang hanya mengumbar janji-janji palsunya. Dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.

Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010 (sisa 45% dari total 6,25%).

Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.

Perwakilan nasabah Diamond Investa mengaku terpukul atas sikap kesewenang-wenangannya Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Kamis, 10 November 2011

Puluhan Nasabah Tuntut Bakrie Life Kembalikan Dana

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan nasabah Bakrie Life asal Bandung, Jawa Barat, berunjuk rasa ke Gedung Bapepam-Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (10/11). Mereka menuntut pengembalian dana sebesar Rp360 miliar.

Dalam aksi itu, massa yang mengatas-namakan Tim Penyelamat Bakrie Life membawa spanduk berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Grup, Aburizal Bakrie. Mereka kecewa karena Bakrie Grup abai memenuhi janji untuk membayar dana nasabah. Mereka menuntut Bapepam-LK turun tangan dan membantu pengembalian dana nasabah.

Nasabah Bakrie Life berinvestasi di Bakrie Life tiga tahun lalu. Namun ketika jatuh tempo pembayaran, Bakrie Life tidak membayarkan dana mereka.(DSY)

Selasa, 01 November 2011

Nasabah Bakrie Unjukrasa di Depan Wisma Bakrie 2

Tribunnews, JAKARTA - Ratusan Nasabah Bakrie Life berunjuk rasa di depan kantor Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/11/2011). Para pengunjuk rasa menuntut pengembalian dana mereka sebesar Rp 360 Miliar yang belum dibayarkan oleh Bakrie Life.

"Bakrie harus memenuhi tanggung jawabnya , terlalu lama dana kami tidak dikembalikan oleh Bakrie sekitar Rp 360 Miliar," ujar Kordinator Nasabah Bakrie Life, Freddy Koesheriawan saat ditanya wartawan disela aksi unjuk rasa.

Lebih lanjut Heri mengatakan, jika Bakri tidak mau membayarkan hak Nasabah, para pengunjuk rasa akan terus melaporkan kasus ini ke DPR RI dan KPK.

"Kalau masih saja Aburizal Bakrie tidak mau mebayar hak nasabah. Kami akan demo secara maraton. Bila perlu kami akan terus mendesak dan melaporkan kasus ini ke DPR RI dan KPK," kata Heri.

Sementara dari pantauan Tribunnews.com di lokasi unjuk rasa, telah terjadi kericuhan yang mengakibatkan seorang pengunjuk rasa mengalami cidera di bagian kepala oleh seorang penjaga keamanan Wisma Bakrie-2.

Hal senada juga diakui oleh Heri, bahwa seorang pengunjuk rasa bernama Rijal mengalami cidera di kepala karena bentrokan tersebut.

"Korban namanya Rizal. Dia juga seorang nasabah seperti kami. Rizal cedera dibagian kepala. Waktu kami unjuk rasa tidak tahu kenapa keamanan gedung ini (Wisma Bakrie-2) langsung represif, seakan mau membubarkan kami. Kami tidak mau, tetapi mereka jutru memukul," ujar Heri menerangkan.

Kendati demikian, saat ini Rizal telah dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk dilakukan penanganan medis dan melakukan Visum.

Dari kejadian ini, Heri mengungkapkan akan melaporkan kejadian ini ke Polsek Setia Budi, Jakrta Selatan. "Hasil visum pemukulan tadi, kami akan laporkan ke pihak kepolisian di Polsek Setia Budi," imbuhnya