Bisnis - 25/7/2012 - JAKARTA: Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie menilai perusahaan yang menjual produk Diamond Investa tersebut tidak memberikan tindakan konkrit terhadap kasus pengembalian ratusan dana nasabah.
“Selama 7 bulan ini kami dibayar dengan nihil, hanya perkataan-perkataan. Alasannya mereka tidak punya duit,” kata nasabah Bakrie Life Freddy Kushariono yang memiliki dana Rp1 miliar di perseroan tersebut, Rabu (25/7/2012).
Dia mengemukakan memang itikad baik sudah ditunjukkan direksi dengan rutin melakukan pertemuan bersama nasabah setiap dua minggu sekali sejak Februari 2012. Hanya, nasabah menyayangkan kedatangan direksi tidak dengan janji kongkrit.
“Pak Timoer Soetanto [Direktur Utama Bakrie Life] tidak pernah menghindar selama pertemuan itu, tap kami sayangkan kedatangannya itu tidak dengan janji kongkrit untuk membayar kewajibannya,” katanya.
Freddy menambahkan hasil pertemuan terakhir nasabah dengan perusahaan di Bapepam LK pada hari ini pun tidak menuai hasil yang memuaskan.
Menurutnya, rapat yang dimediasi oleh regulator itu hasilnya cukup minim. “Kami sekarang meminta supaya disediakan dana untuk kami menghadapi lebaran nanti,” ujarnya
Dokumentasi perjuangan nasabah Diamond Investa Bakrie Life untuk mendapatkan Dana Simpanan dari Asuransi Jiwa Bakrie Life, Bakrie Grup
Rabu, 25 Juli 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Nasabah Bakrie Life: Calon Presiden RI Tak Boleh Rugikan Rakyat!
Jakarta - Detik Finance - Senin, 28/05/2012 15:26 WIB
Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) merasa dikecewakan kembali oleh manajemen. Pasalnya, janji Bakrie Life kepada nasabah lagi-lagi dilanggar.
"Kami Nasabah Diamond Investa Bakrie Life telah dikecewakan lagi oleh manajemen Bakrie life. Mereka berjanji akan membayar manfaat investasi Desember 2011 dam Januari 2012 kurang lebih Rp 2,5 miliar selalu tidak ditepati apalagi dana pokok nasabah yang masih berjumlah kurang lebih Rp 270 miliar yang belum dibayar kepada kurang lebih 200 orang," jelas Perwakilan Nasabah Bakrie Life, Freddy ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (28/5/2012).
"Kami heran mengapa Group Bakrie selalu berbohong dan mentelantarkan nasabah dengan mengutus orang-orang yang tidak bisa mengambil keputusan dalam rapat segitiga antara Bapepam-LK, Nasabah dan Manajemen Bakrie Life/Bakrie Capital Indonesia," imbuh Freddy kembali.
Menurut Freddy, nasabah dan Bapepam-LK yang memang utusan Menteri Keuangan telah dilecehkan.
"Bayangkan saja kalau mereka menjadi di pihak Nasabah, apakah mau diperlakukan seperti ini? Selalu dibohongi selama kurang lebih 3 tahun," tegasnya.
Freddy dan para nasabah berharap nantinya petinggi Bakrie Group saat ini yakni Aburizal Bakrie bisa ikut terjun langsung membantu para 'korban' asuransi ini. Freddy bahkan meminta seluruh grup ikut merasakan penderitaan nasabah.
"Kami mohon sebagai pemilik Group Bakrie dan disebut sebagai Calon Presiden RI, Bapak Aburizal Bakrie dan Bapak Nirwan Bakrie merasakan penderitaan kami. Nasabah bukan orang kaya raya yang punya banyak harta seperti Group Bakrie. Calon Presiden RI tidak boleh merugikan rakyat tetapi harus memperhatikan rakyatnya kalau mau dihargai," tutup Freddy.
Dihubungi secara terpisah, Dirut Bakrie Life Timoer Sutanto masih menjanjikan pada Mei 2012 ini pembayaran dana bisa dilakukan. Namun pembayaran hanya fokus kepada bunga nasabah.
"Sementara kami bertahap akan bayar bunga dahulu sampai ada kesepakatan baru. Meskinya pekan lalu namun mundur tapi diusahakan grup bulan ini," tutur Timoer melalui pesan singkatnya.
Bakrie Life memang hanya mengumbar janji-janji palsunya. Dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.
Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010 (sisa 45% dari total 6,25%).
Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.
Perwakilan nasabah Diamond Investa mengaku terpukul atas sikap kesewenang-wenangannya Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar
Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) merasa dikecewakan kembali oleh manajemen. Pasalnya, janji Bakrie Life kepada nasabah lagi-lagi dilanggar.
"Kami Nasabah Diamond Investa Bakrie Life telah dikecewakan lagi oleh manajemen Bakrie life. Mereka berjanji akan membayar manfaat investasi Desember 2011 dam Januari 2012 kurang lebih Rp 2,5 miliar selalu tidak ditepati apalagi dana pokok nasabah yang masih berjumlah kurang lebih Rp 270 miliar yang belum dibayar kepada kurang lebih 200 orang," jelas Perwakilan Nasabah Bakrie Life, Freddy ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (28/5/2012).
"Kami heran mengapa Group Bakrie selalu berbohong dan mentelantarkan nasabah dengan mengutus orang-orang yang tidak bisa mengambil keputusan dalam rapat segitiga antara Bapepam-LK, Nasabah dan Manajemen Bakrie Life/Bakrie Capital Indonesia," imbuh Freddy kembali.
Menurut Freddy, nasabah dan Bapepam-LK yang memang utusan Menteri Keuangan telah dilecehkan.
"Bayangkan saja kalau mereka menjadi di pihak Nasabah, apakah mau diperlakukan seperti ini? Selalu dibohongi selama kurang lebih 3 tahun," tegasnya.
Freddy dan para nasabah berharap nantinya petinggi Bakrie Group saat ini yakni Aburizal Bakrie bisa ikut terjun langsung membantu para 'korban' asuransi ini. Freddy bahkan meminta seluruh grup ikut merasakan penderitaan nasabah.
"Kami mohon sebagai pemilik Group Bakrie dan disebut sebagai Calon Presiden RI, Bapak Aburizal Bakrie dan Bapak Nirwan Bakrie merasakan penderitaan kami. Nasabah bukan orang kaya raya yang punya banyak harta seperti Group Bakrie. Calon Presiden RI tidak boleh merugikan rakyat tetapi harus memperhatikan rakyatnya kalau mau dihargai," tutup Freddy.
Dihubungi secara terpisah, Dirut Bakrie Life Timoer Sutanto masih menjanjikan pada Mei 2012 ini pembayaran dana bisa dilakukan. Namun pembayaran hanya fokus kepada bunga nasabah.
"Sementara kami bertahap akan bayar bunga dahulu sampai ada kesepakatan baru. Meskinya pekan lalu namun mundur tapi diusahakan grup bulan ini," tutur Timoer melalui pesan singkatnya.
Bakrie Life memang hanya mengumbar janji-janji palsunya. Dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.
Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010 (sisa 45% dari total 6,25%).
Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.
Perwakilan nasabah Diamond Investa mengaku terpukul atas sikap kesewenang-wenangannya Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar
Rabu, 23 Mei 2012
Nasabah Bakrie Life akan menagih Aburizal Bakrie
JAKARTA.
Kontan.co.id
Oleh Feri Kristianto - Rabu, 23 Mei 2012 | 11:00 WIB
Daftar ingkar janji manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) semakin panjang. Setelah gagal mengembalikan uang nasabah Diamond Investa selama tiga tahun sejak 2010, kini Bakrie Life ingkar janji lagi dalam mencairkan bunga Rp 4,5 miliar. Kewajiban itu seharusnya ditunaikan Selasa (22/5).
Menurut nasabah Bakrie Life, Freddy Koeshariono, uang tersebut adalah jumlah bunga yang seharusnya dibayarkan pada Desember 2011 dan Januari 2012. Manajemen Bakrie Life sendiri yang menjanjikan uang akan cair pada 22 Mei. Mereka mengemukakan kesanggupan itu saat pertemuan di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 9 Mei lalu.
"Tapi ketika tadi kami menagih, mereka bilang belum dapat kucuran dari induk usaha," ujar Freddy, usai pertemuan dengan manajemen Bakrie Life di Kantor Bapepam-LK, Selasa (22/5).
Tragisnya lagi, ketika nasabah mendesak kapan pengembalian dana itu, manajemen tidak bisa menjawab. Alasannya belum ada kepastian dari Bakrie Capital Indonesia (BCI), perusahaan induk Bakrie Life. Padahal, pada pertemuan kemarin itu, hadir Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, dan Direktur Keuangan Bakri Capital Indonesia (BCI), Akhabani. "Kalau mereka saja tidak bisa apa-apa, ya, kami minta siapa perwakilan BCI yang bisa memutuskan," tegasnya.
Kesabaran nasabah pun semakin habis. Makanya, pada pertemuan dua pekan mendatang, nasabah akan minta perjanjian tertulis. Dengan begitu ada dasar hukum jika terjadi wanprestasi lagi.
Seperti biasa, Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatarwata, hanya berharap, nasabah dan manajemen segera mendapatkan titik temu. Menurut Isa, pihaknya tidak memberikan tenggat waktu agar kedua pihak mencapai kesepakatan. "Kedua pihak harus eksplorasi cara-cara lain dan saat ini mereka sedang melakukan, mudah-mudahan ketemu alternatifnya," ujar Isa, lewat pesan singkat.
Nasabah sudah menyiapkan terobosan agar memaksa Bakrie Life mencairkan hak mereka. Antara lain, kata Freddy, menagih langsung ke Aburizal Bakrie, pemilik Bakrie Grup yang berencana maju sebagai calon presiden lewat Partai Golkar. Nasabah akan mencegat Ical, sapaan Aburizal, di setiap kesempatan.
Nasabah membayangkan, Ical memiliki rasa malu, sehingga mau menyelesaikan dulu aibnya di Bakrie Life sebelum bersaing merebut kursi RI-1. "Sebenarnya hari ini kamu mau mencegat tapi kami tunda," tegasnya.
Timoer tidak mengelak soal ketidakmampuan membayar bunga untuk Desember 2011 dan Januari 2012. Sayang dia tidak bisa menjanjikan kapan membayar. "Kami masih usahakan secepatnya biar ada pembayaran," kata Timoer.
Sebenarnya saat pertemuan April lalu, manajemen mengusulkan pembayaran dengan skema baru. Pemegang saham meminta kemudahan mengangsur Rp 4 miliar selama 5 tahun. Bila usulan itu disetujui, hingga tahun kelima nanti sudah terbayarkan sekitar Rp 240 miliar. Tetapi nasabah belum menyetujui karena terlalu lama jangka waktu pelunasannya. Selain itu mereka trauma dibohongi
Senin, 14 Mei 2012
Nasabah Bakrie Life: Dengarkanlah Jeritan Hati Kami Pak Ical
Jakarta - Detik Finance - Senin, 14/05/2012 13:42 WIB
Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mengungkapkan kekecewaannya terkait belum adanya kepastian pembayaran dana pokok Diamond Investa. Nasabah kini memohon bantuan langsung dari pendiri Grup Bakrie yakni Aburizal Bakrie.
"Kami nasabah Diamond Investa Bakrie Life, benar-benar sangat berharap dan memohon kepada bapak Aburizal Bakrie agar dengan cepat membantu menuntaskan masalah gagal bayar Bakrie Life yang tidak kunjung selesai," kata perwakilan nasabah Bakrie Life, Freddy dalam surat elektroniknya yang dikirim kepada detikFinance, Senin (14/5/2012).
"Semoga dengan tulisan ini, bapak membantu jeritan hati dan kesusahan kami dengan melakukan pembayaran. Kami percaya bapak bisa membayar dana nasabah," imbuh Freddy.
Dijelaskan Freddy, nasabah merasa bingung dengan sikap manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia selaku pemegang saham asuransi jiwa tersebut. Karena sudah kurang lebih 2 bulan berdiskusi dengan nasabah yang di mediasi oleh Bapepam LK namun belum juga ada tanda-tanda pembayaran.
"Sampai kami bertanya apakah bapak sudah tahu masalah ini? Mereka bilang bapak sudah tahu kami tidak percaya kalau bapak sudah tahu masalah Bakrie Life secara rinci," tulis Freddy.
"Nasib dana kami sangat tergantung kepada bapak yang merupakan pemilik Bakrie Group. Kami percaya Bakrie bisa melunasi ini sampai akhir tahun 2012 mengingat ini kasusnya sudah sejak 2008," tuturnya kembali.
Perwakilan nasabah asal Bandung ini mengatakan asuransi harusnya memberikan proteksi jangan sampai investor tak percaya lagi kepada asuransi lokal. Hal ini akan berdampak negatif kepada industri perasuransian di Indonesia.
"Manajemen berjanji akan membayar bunga 9,5% bulan Desember 2011 dan Januari pada 16 mei 2012. Sedangkan sisa Rp 270 miliar yang merupakan dana pokok nasabah belum ada kejelasan," tutup Freddy.
Bakrie Life memang hanya mengumbar janji-janji palsunya. Dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.
Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010 (sisa 45% dari total 6,25%).
Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.
Perwakilan nasabah Diamond Investa mengaku terpukul atas sikap kesewenang-wenangannya Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mengungkapkan kekecewaannya terkait belum adanya kepastian pembayaran dana pokok Diamond Investa. Nasabah kini memohon bantuan langsung dari pendiri Grup Bakrie yakni Aburizal Bakrie.
"Kami nasabah Diamond Investa Bakrie Life, benar-benar sangat berharap dan memohon kepada bapak Aburizal Bakrie agar dengan cepat membantu menuntaskan masalah gagal bayar Bakrie Life yang tidak kunjung selesai," kata perwakilan nasabah Bakrie Life, Freddy dalam surat elektroniknya yang dikirim kepada detikFinance, Senin (14/5/2012).
"Semoga dengan tulisan ini, bapak membantu jeritan hati dan kesusahan kami dengan melakukan pembayaran. Kami percaya bapak bisa membayar dana nasabah," imbuh Freddy.
Dijelaskan Freddy, nasabah merasa bingung dengan sikap manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia selaku pemegang saham asuransi jiwa tersebut. Karena sudah kurang lebih 2 bulan berdiskusi dengan nasabah yang di mediasi oleh Bapepam LK namun belum juga ada tanda-tanda pembayaran.
"Sampai kami bertanya apakah bapak sudah tahu masalah ini? Mereka bilang bapak sudah tahu kami tidak percaya kalau bapak sudah tahu masalah Bakrie Life secara rinci," tulis Freddy.
"Nasib dana kami sangat tergantung kepada bapak yang merupakan pemilik Bakrie Group. Kami percaya Bakrie bisa melunasi ini sampai akhir tahun 2012 mengingat ini kasusnya sudah sejak 2008," tuturnya kembali.
Perwakilan nasabah asal Bandung ini mengatakan asuransi harusnya memberikan proteksi jangan sampai investor tak percaya lagi kepada asuransi lokal. Hal ini akan berdampak negatif kepada industri perasuransian di Indonesia.
"Manajemen berjanji akan membayar bunga 9,5% bulan Desember 2011 dan Januari pada 16 mei 2012. Sedangkan sisa Rp 270 miliar yang merupakan dana pokok nasabah belum ada kejelasan," tutup Freddy.
Bakrie Life memang hanya mengumbar janji-janji palsunya. Dana pokok nasabah Diamond Investa yang direncanakan dicicil 25% per tahun tidak juga dibayar padahal sudah memasuki 2012.
Selama 2011 berarti Bakrie Life tidak mencicil sama sekali.Bakrie Life baru membayar 2,5 kali dana pokok yaitu Maret 2010, Juni 2010, dan September 2010 (sisa 45% dari total 6,25%).
Total sisa cicilan pokok dan bunga Diamond Investa Bakrie Life yang belum dibayar yaitu per September 2010 sampai dengan Januari 2012.
Perwakilan nasabah Diamond Investa mengaku terpukul atas sikap kesewenang-wenangannya Bakrie Life. Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Rabu, 25 April 2012
Freddy: Bakrie Life Ingkar Janji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asuransi Bakrie Life telah berutang kepada para nasabahnya sebesar Rp 270 miliar. Dengan utang sebanyak itu, Bakrie Life menjanjikan kepada para nasabahnya untuk mengembalikan utang dengan cara menyicil sebesar Rp 2,2 miliar per bulan.
Kalau dikalkulasikan utang para nasabah Bakrie Life akan tertutupi selama 5 tahun. Namun pada awalnya Bakrie Life berjanji akan menyelesaikan utang mereka dalam waktu 3 tahun.
"Dari pihak manajemen Bakrie Life mengatakan selama 3 tahun akan membayarkannya, tapi itu semua hanya omongan saja," ujar Freddy Koeshariono, perwakilan dari Nasabah Bakrie Life di Kantor Bappepam, Rabu (25/4/2012).
Keinginan para nasabah agar Bakrie Life bisa menyelesaikan utangnya dalam waktu 3 tahun. Namun jika ditambah satu tahun lagi, para nasabah Bakrie Life masih memberikan kesempatan waktu.
"Tapi kenyataannya nggak begitu, dalam 3 tahun ini hanya dibayar 15 persen saja dari keseluruhan Rp 360 miliar," papar Freddy.
Kalau dikalkulasikan utang para nasabah Bakrie Life akan tertutupi selama 5 tahun. Namun pada awalnya Bakrie Life berjanji akan menyelesaikan utang mereka dalam waktu 3 tahun.
"Dari pihak manajemen Bakrie Life mengatakan selama 3 tahun akan membayarkannya, tapi itu semua hanya omongan saja," ujar Freddy Koeshariono, perwakilan dari Nasabah Bakrie Life di Kantor Bappepam, Rabu (25/4/2012).
Keinginan para nasabah agar Bakrie Life bisa menyelesaikan utangnya dalam waktu 3 tahun. Namun jika ditambah satu tahun lagi, para nasabah Bakrie Life masih memberikan kesempatan waktu.
"Tapi kenyataannya nggak begitu, dalam 3 tahun ini hanya dibayar 15 persen saja dari keseluruhan Rp 360 miliar," papar Freddy.
Tribunnews.com - Rabu, 25 April 2012 14:28 WIB
Kamis, 12 April 2012
Bakrie Life Usul Cicilan Rp 2,2 Miliar
JAKARTA, KOMPAS.com -
Usulan skema baru ini muncul saat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kembali mempertemukan nasabah dengan manajemen dan pemilik Bakrie Life, Rabu (11/4/2012). Pertemuan berlangsung tertutup, wartawan dilarang masuk.
Wahyudi, salah satu nasabah bercerita, beberapa manajemen Bakrie Life datang ke pertemuan itu, termasuk Timoer Sutanto, Direktur Utama. Kemudian, pemilik Bakrie Life, yakni Bakrie Capital Indonesia (BCI), diwakili sejumlah manajemen.
Dari nasabah, ada tujuh orang yang merupakan perwakilan dari sejumlah daerah. Seperti Karawang, Jakarta, dan Bandung.
Freddy Koeshariono, salah seorang perwakilan nasabah mengatakan, pertemuan kali ini belum menghasilkan keputusan. Manajemen Bakrie Life mengusulkan skema baru untuk pengembalian dana. "Usulannya, mereka mengembalikan dana nasabah secara angsuran per bulan Rp 2,2 miliar selama lima tahun, setelah itu baru sisanya dilunasi," kata Freddy, usai pertemuan.
Permintaan jaminan
Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, menjelaskan, skema baru itu merupakan usulan induk usaha. Namun, pemegang saham (keluarga Bakrie) memerintahkan agar besar angsuran Rp 4 miliar selama lima tahun.
Bila usulan pemegang saham itu disetujui, hingga tahun kelima nanti sudah terbayarkan sekitar Rp 240 miliar. Dengan demikian, dana nasabah yang belum dikembalikan hanya tersisa Rp 39 miliar.
Menurut Timoer, usulan pemegang saham dan grup itu telah menunjukkan komitmen untuk pengembalian dana. Memang, pengembalian dana harus diangsur, soalnya ada keterbatasan dana.
Selain itu, pembayaran secara angsuran itu juga demi kepentingan nasabah. Mengingat, sebagian besar nasabah Bakrie Life adalah pensiunan. "Mereka membutuhkan dana bulanan, makan ya kami mengusulkan pengembalian dana secara angsuran per bulan," terang Timoer.
Ia mengaku, banyak nasabah keberatan dengan usulan itu. Nasabah meminta pembayaran berlangsung lebih singkat, sekitar tiga tahun. Nasabah juga meminta jaminan untuk mengantisipasi pelanggaran kesepakatan. "Sekarang usulan nasabah sedang kami sampaikan ke grup dan pemegang saham, jadi belum ada putusan," jelas Timoer. Namun, pemegang saham dan grup tidak keberatan dengan permintaan jaminan itu
Bapepam-LK akan memanggil kembali semua pihak terkait untuk penyelesaian masalah ini pada 25 April nanti. Semua nasabah akan dipanggil untuk menentukan skema pengembalian dana itu. Semoga saja, segera ada kejelasan pengembalian dana untuk para nasabah. (Adi Wikanto/Kontan)
| Erlangga Djumena | Kamis, 12 April 2012 | 12:12 WIB
Desakan nasabah agar pengembalian dana atas produk asuransi berbalut investasi (unitlink) Diamond Investa di PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sedikit memberi titik terang. Manajemen Bakrie Life mengaku masih sanggup mengangsur pengembalian dana tersebut, tapi dengan menggunakan skema baru. Tapi, nasabah menolak skema baru itu karena hanya menguntungkan Bakrie Life saja. Usulan skema baru ini muncul saat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kembali mempertemukan nasabah dengan manajemen dan pemilik Bakrie Life, Rabu (11/4/2012). Pertemuan berlangsung tertutup, wartawan dilarang masuk.
Wahyudi, salah satu nasabah bercerita, beberapa manajemen Bakrie Life datang ke pertemuan itu, termasuk Timoer Sutanto, Direktur Utama. Kemudian, pemilik Bakrie Life, yakni Bakrie Capital Indonesia (BCI), diwakili sejumlah manajemen.
Dari nasabah, ada tujuh orang yang merupakan perwakilan dari sejumlah daerah. Seperti Karawang, Jakarta, dan Bandung.
Freddy Koeshariono, salah seorang perwakilan nasabah mengatakan, pertemuan kali ini belum menghasilkan keputusan. Manajemen Bakrie Life mengusulkan skema baru untuk pengembalian dana. "Usulannya, mereka mengembalikan dana nasabah secara angsuran per bulan Rp 2,2 miliar selama lima tahun, setelah itu baru sisanya dilunasi," kata Freddy, usai pertemuan.
Permintaan jaminan
Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto, menjelaskan, skema baru itu merupakan usulan induk usaha. Namun, pemegang saham (keluarga Bakrie) memerintahkan agar besar angsuran Rp 4 miliar selama lima tahun.
Bila usulan pemegang saham itu disetujui, hingga tahun kelima nanti sudah terbayarkan sekitar Rp 240 miliar. Dengan demikian, dana nasabah yang belum dikembalikan hanya tersisa Rp 39 miliar.
Menurut Timoer, usulan pemegang saham dan grup itu telah menunjukkan komitmen untuk pengembalian dana. Memang, pengembalian dana harus diangsur, soalnya ada keterbatasan dana.
Selain itu, pembayaran secara angsuran itu juga demi kepentingan nasabah. Mengingat, sebagian besar nasabah Bakrie Life adalah pensiunan. "Mereka membutuhkan dana bulanan, makan ya kami mengusulkan pengembalian dana secara angsuran per bulan," terang Timoer.
Ia mengaku, banyak nasabah keberatan dengan usulan itu. Nasabah meminta pembayaran berlangsung lebih singkat, sekitar tiga tahun. Nasabah juga meminta jaminan untuk mengantisipasi pelanggaran kesepakatan. "Sekarang usulan nasabah sedang kami sampaikan ke grup dan pemegang saham, jadi belum ada putusan," jelas Timoer. Namun, pemegang saham dan grup tidak keberatan dengan permintaan jaminan itu
Bapepam-LK akan memanggil kembali semua pihak terkait untuk penyelesaian masalah ini pada 25 April nanti. Semua nasabah akan dipanggil untuk menentukan skema pengembalian dana itu. Semoga saja, segera ada kejelasan pengembalian dana untuk para nasabah. (Adi Wikanto/Kontan)
Rabu, 11 April 2012
NASABAH BAKRIE LIFE: Aburizal Jadi Capres? Nanti Negara ‘Gali Lubang Tutup Lubang’
JAKARTA–Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) merasa kecewa ketika mendengar Aburizal Bakrie yang mengaku mencalonkan diri menjadi Presiden RI. Pasalnya, urusan bisnis Grup Bakrie melalui Bakrie Life masih menyisakan masalah yakni tunggakan utang dana nasabah Diamond Investa.
Aburizal Bakrie sebagai petinggi Grup Bakrie dinilai bisa menyelesaikan masalah yang ‘sepele’ ini.
“Total utang Rp 360 miliar. Seharusnya Grup Bakrie dengan kekuatan finansialnya mampu melunasi tunggakan dana nasabahnya,” ungkap perwakilan nasabah Bakrie Life, Freddy kepada detikFinance, Rabu (11/4/2012).
Dikatakan Freddy, Bakrie Life menjadi bagian dari Bakrie Grup dimana membawa nama besar keluarga ‘Bakrie’ yang salah satu pendirinya mencalonkan diri untuk menjadi Presiden.
“Sebenarnya sebagai seorang calon Presiden harus konsekuen saja sewajarnya saja. Kalau tidak tentu sangat mengecewakan pihak ketiga dalam hal ini nasabah Bakrie Life,” katanya.
“Kami sendiri mengimbau bagaimana kalau kinerjanya nanti jadi Presiden jual beli gali lubang tutup lubang itu sangat tidak disarankan politik seperti itu,” imbuh Freddy.
Menurutnya, seorang calon Presiden nantinya harus bisa mengelola negara dengan baik. Jika mengelola bisnis suatu perusahaan saja tidak baik, sambung Freddy bagaimana jika mengurus negara.
“Apalagi pengelolaan negara? Itu diharapkan satu sifat yang konsisten jangan sampai andaikata memegang jabatan pemimpin negara nanti justru rakyat diikutsertakan dalam sebuah risiko selanjutnya,” tutup Freddy.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Namun semua kesepakatan itu meleset dari jadwal, dengan alasan Bakrie Life belum dapat kucuran dana dari induk usahanya Bakrie Grup. Dikutip dari Solopos, Rabu, 11/4/2012
Langganan:
Komentar (Atom)





