Dokumentasi perjuangan nasabah Diamond Investa Bakrie Life untuk mendapatkan Dana Simpanan dari Asuransi Jiwa Bakrie Life, Bakrie Grup
Jumat, 11 November 2011
Bakrie Life Offers Promises to Its Deceived Customers
A nine-hour meeting between company representatives and customers failed to yield any sort of concrete offers by the company. “In the meeting the customers urged Bakrie Life to fulfill their promise and pay the installment they missed, because for most of the customers the money is used for everyday living,” said Yoseph, one of the clients who attended.
Timoer Sutanto, president director of the company, also known as Bakrie Life, said during a break in the meeting that the insurer was simply unable to raise the money needed to pay its former customers.
“We told them to be patient because currently we do not have the funds to pay them,” he said. “Our majority shareholder, Bakrie Capital Indonesia, has not been able to inject any money because they have had difficulties raising funds. This is not like finding money for [investment] projects, which banks love to fund.”
Timoer said Bakrie Life, controlled by the family of Aburizal Bakrie, one of Indonesia’s richest and most powerful men, was still committed to repaying its former investors. “We are still committed but we ask the customers to be patient. It will take time,” he said.
The customers have been waiting for nearly two years. Bakrie Life still owes up to Rp 290 billion ($32 million) to its customers who invested in its Diamond Investa product, Timoer said.
Bakrie Life created the product in 2005. According to the prospectus, 90 percent of investors’ money would be invested in bonds, and it promised returns of up to 13 percent annually. After the stock market crash of late 2008, Bakrie Life suspended interest payments and refused to return the initial investments to the customers, about 600 in total. It was later revealed that 80 percent of the money was in equities, about half of which was in Bakrie Group stocks.
In October 2009, Timoer said Bakrie Life would repay the investors in stages, with all of the money being paid by January 2012. Bakrie Life made one payment to some customers in March, but failed to make a scheduled remittance by the end of June.
Yoseph said the customers on Friday asked Bakrie Life to deposit some form of collateral with them, whether stocks, bonds or real estate.
Meanwhile, the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) told the Jakarta Globe last week that the Bakrie Life clients were on their own.
“The customers must deal directly with the company because it is now a civil case. They can hire lawyers and go to court. We have done our part by intermediating between them,” said Fuad Rahmany, head of the regulator.
“What else should we do? Should Bapepam give back their money?” he said. “It’s ridiculous. You were tricked by this company and now Bapepam has to pay for it?” , http://www.thejakartaglobe.com/business/bakrie-life-offers-promises-to-its-deceived-customers/394484
Kamis, 10 November 2011
Puluhan Nasabah Tuntut Bakrie Life Kembalikan Dana
Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan nasabah Bakrie Life asal Bandung, Jawa Barat, berunjuk rasa ke Gedung Bapepam-Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (10/11). Mereka menuntut pengembalian dana sebesar Rp360 miliar.
Dalam aksi itu, massa yang mengatas-namakan Tim Penyelamat Bakrie Life membawa spanduk berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Grup, Aburizal Bakrie. Mereka kecewa karena Bakrie Grup abai memenuhi janji untuk membayar dana nasabah. Mereka menuntut Bapepam-LK turun tangan dan membantu pengembalian dana nasabah.
Nasabah Bakrie Life berinvestasi di Bakrie Life tiga tahun lalu. Namun ketika jatuh tempo pembayaran, Bakrie Life tidak membayarkan dana mereka.(DSY)
Dalam aksi itu, massa yang mengatas-namakan Tim Penyelamat Bakrie Life membawa spanduk berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Grup, Aburizal Bakrie. Mereka kecewa karena Bakrie Grup abai memenuhi janji untuk membayar dana nasabah. Mereka menuntut Bapepam-LK turun tangan dan membantu pengembalian dana nasabah.
Nasabah Bakrie Life berinvestasi di Bakrie Life tiga tahun lalu. Namun ketika jatuh tempo pembayaran, Bakrie Life tidak membayarkan dana mereka.(DSY)
Rabu, 02 November 2011
Nasabah Bakrie Life Tuntut Pengembalian Dana
Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan nasabah Bakrie Life berunjuk rasa di depan Gedung Wisma Bakrie II, menuntut pengembalian dana mereka sebesar Rp360 miliar.
Para pengunjuk rasa juga menggelar berbagai spanduk dan poster, yang berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Groups, Abu Rizal Bakrie. Mereka dan 200 nasabah lainnya menuntut agar Bakrie Life segera mengembalikan dana.
Para pengunjuk rasa menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Golkar tersebut yang dinilai menelantarkan nasabahnya, 1/11/2011
Para pengunjuk rasa juga menggelar berbagai spanduk dan poster, yang berisi kecaman terhadap pemilik Bakrie Groups, Abu Rizal Bakrie. Mereka dan 200 nasabah lainnya menuntut agar Bakrie Life segera mengembalikan dana.
Para pengunjuk rasa menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Golkar tersebut yang dinilai menelantarkan nasabahnya, 1/11/2011
Selasa, 01 November 2011
Nasabah Bakrie Unjukrasa di Depan Wisma Bakrie 2
Tribunnews, JAKARTA - Ratusan Nasabah Bakrie Life berunjuk rasa di depan kantor Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/11/2011). Para pengunjuk rasa menuntut pengembalian dana mereka sebesar Rp 360 Miliar yang belum dibayarkan oleh Bakrie Life.
"Bakrie harus memenuhi tanggung jawabnya , terlalu lama dana kami tidak dikembalikan oleh Bakrie sekitar Rp 360 Miliar," ujar Kordinator Nasabah Bakrie Life, Freddy Koesheriawan saat ditanya wartawan disela aksi unjuk rasa.
Lebih lanjut Heri mengatakan, jika Bakri tidak mau membayarkan hak Nasabah, para pengunjuk rasa akan terus melaporkan kasus ini ke DPR RI dan KPK.
"Kalau masih saja Aburizal Bakrie tidak mau mebayar hak nasabah. Kami akan demo secara maraton. Bila perlu kami akan terus mendesak dan melaporkan kasus ini ke DPR RI dan KPK," kata Heri.
Sementara dari pantauan Tribunnews.com di lokasi unjuk rasa, telah terjadi kericuhan yang mengakibatkan seorang pengunjuk rasa mengalami cidera di bagian kepala oleh seorang penjaga keamanan Wisma Bakrie-2.
Hal senada juga diakui oleh Heri, bahwa seorang pengunjuk rasa bernama Rijal mengalami cidera di kepala karena bentrokan tersebut.
"Korban namanya Rizal. Dia juga seorang nasabah seperti kami. Rizal cedera dibagian kepala. Waktu kami unjuk rasa tidak tahu kenapa keamanan gedung ini (Wisma Bakrie-2) langsung represif, seakan mau membubarkan kami. Kami tidak mau, tetapi mereka jutru memukul," ujar Heri menerangkan.
Kendati demikian, saat ini Rizal telah dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk dilakukan penanganan medis dan melakukan Visum.
Dari kejadian ini, Heri mengungkapkan akan melaporkan kejadian ini ke Polsek Setia Budi, Jakrta Selatan. "Hasil visum pemukulan tadi, kami akan laporkan ke pihak kepolisian di Polsek Setia Budi," imbuhnya
"Bakrie harus memenuhi tanggung jawabnya , terlalu lama dana kami tidak dikembalikan oleh Bakrie sekitar Rp 360 Miliar," ujar Kordinator Nasabah Bakrie Life, Freddy Koesheriawan saat ditanya wartawan disela aksi unjuk rasa.
Lebih lanjut Heri mengatakan, jika Bakri tidak mau membayarkan hak Nasabah, para pengunjuk rasa akan terus melaporkan kasus ini ke DPR RI dan KPK.
"Kalau masih saja Aburizal Bakrie tidak mau mebayar hak nasabah. Kami akan demo secara maraton. Bila perlu kami akan terus mendesak dan melaporkan kasus ini ke DPR RI dan KPK," kata Heri.
Sementara dari pantauan Tribunnews.com di lokasi unjuk rasa, telah terjadi kericuhan yang mengakibatkan seorang pengunjuk rasa mengalami cidera di bagian kepala oleh seorang penjaga keamanan Wisma Bakrie-2.
Hal senada juga diakui oleh Heri, bahwa seorang pengunjuk rasa bernama Rijal mengalami cidera di kepala karena bentrokan tersebut.
"Korban namanya Rizal. Dia juga seorang nasabah seperti kami. Rizal cedera dibagian kepala. Waktu kami unjuk rasa tidak tahu kenapa keamanan gedung ini (Wisma Bakrie-2) langsung represif, seakan mau membubarkan kami. Kami tidak mau, tetapi mereka jutru memukul," ujar Heri menerangkan.
Kendati demikian, saat ini Rizal telah dilarikan ke rumah sakit terdekat, untuk dilakukan penanganan medis dan melakukan Visum.
Dari kejadian ini, Heri mengungkapkan akan melaporkan kejadian ini ke Polsek Setia Budi, Jakrta Selatan. "Hasil visum pemukulan tadi, kami akan laporkan ke pihak kepolisian di Polsek Setia Budi," imbuhnya
Senin, 06 Juni 2011
Bakrie Life Cicil Lagi Utang ke Nasabah
Jakarta Detik.com - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mulai mencicil kembali dana pokok nasabah Diamond Investa beserta pembayaran bunga sebesar Rp 18 miliar. Dana pokok yang sudah jatuh tempo tetapi belum dilunasi kini menjadi tinggal Rp 48 miliar.
"Per 3 Juni 2011 sudah dibayarkan, termasuk pokok sekitar Rp 18 miliar. Bunga sudah sampai Mei 2011," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Senin (6/6/2011).
Adapun perinciannya, cicilan dana pokok per September 2010 (hanya 55%) dan bunga Maret, April dan Mei 2011 sudah diterima oleh nasabah. "Sehingga angsuran pokok tertunggak sekitar Rp 48 miliar," tambahnya.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Diamond Investa Bakrie Life dari Jakarta Yoseph mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pembayaran tersebut oleh Bakrie Life.
"Saya mewakili Nasabah Diamond Investa Bakrie Life mengucapkan Terima Kasih kepada Tuhan yang sudah mendengar Doa kami. Hanya dengan Berdoa dan Berusaha semua masalah dapat diatasi. Nasabah juga berterima kasih kepada Bapak Nirwan Bakrie, Group Bakrie termasuk Bapepam-LK dan Komisi XI yang telah mengawal dan menegur grup Bakrie ketika tidak patuh terhadap SKB (Surat Kesepakatan Bersama)," paparnya.
Yoseph mengharapkan, kedepan Group Bakrie dapat membayar cicilan dan kewajiban terhadap nasabah secara tepat waktu sesuai SKB.
"Nasabah minta tolong dengan segala hormat kepada Group Bakrie untuk dapat membayar tepat waktu sesuai SKB. Untuk sisa cicilan pokok September 2010 (sisa 45%), Desember 2010 dan Maret 2011 belum dapat dibayarkan oleh Bakrie Life. Nasabah selalu Berdoa supaya Tuhan memberkati Group Bakrie sehingga dapat membayar semua cicilan pokok dan bunga tersebut," ungkapnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%). Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan
dananya di atas Rp 200 juta.
"Per 3 Juni 2011 sudah dibayarkan, termasuk pokok sekitar Rp 18 miliar. Bunga sudah sampai Mei 2011," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Senin (6/6/2011).
Adapun perinciannya, cicilan dana pokok per September 2010 (hanya 55%) dan bunga Maret, April dan Mei 2011 sudah diterima oleh nasabah. "Sehingga angsuran pokok tertunggak sekitar Rp 48 miliar," tambahnya.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Diamond Investa Bakrie Life dari Jakarta Yoseph mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pembayaran tersebut oleh Bakrie Life.
"Saya mewakili Nasabah Diamond Investa Bakrie Life mengucapkan Terima Kasih kepada Tuhan yang sudah mendengar Doa kami. Hanya dengan Berdoa dan Berusaha semua masalah dapat diatasi. Nasabah juga berterima kasih kepada Bapak Nirwan Bakrie, Group Bakrie termasuk Bapepam-LK dan Komisi XI yang telah mengawal dan menegur grup Bakrie ketika tidak patuh terhadap SKB (Surat Kesepakatan Bersama)," paparnya.
Yoseph mengharapkan, kedepan Group Bakrie dapat membayar cicilan dan kewajiban terhadap nasabah secara tepat waktu sesuai SKB.
"Nasabah minta tolong dengan segala hormat kepada Group Bakrie untuk dapat membayar tepat waktu sesuai SKB. Untuk sisa cicilan pokok September 2010 (sisa 45%), Desember 2010 dan Maret 2011 belum dapat dibayarkan oleh Bakrie Life. Nasabah selalu Berdoa supaya Tuhan memberkati Group Bakrie sehingga dapat membayar semua cicilan pokok dan bunga tersebut," ungkapnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%). Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan
dananya di atas Rp 200 juta.
Rabu, 27 April 2011
Belum Bisa Bayar Nasabah, Bakrie Life Masih Cari Utangan
Jakarta - Detik.com - Bakrie Capital Indonesia (BCI) sampai saat ini belum juga memberikan suntikan dana kepada PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) untuk mengembalikan tunggakan dana nasabah. Padahal sejak 2010 lalu BCI sudah berjanji bakal menyuntikkan dana.
Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan, sampai saat ini perusahaan asuransi yang dipimpinnya belum juga mendapatkan kepastian mengenai suntikan dana.
"Belum tahu, infonya dari grup dana dari luar (negeri) belum cair. Grup sedang mencarikan sumber dana alternatif dari dalam (negeri)," kata Timoer kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Timoer mengatakan, dirinya berharap secepatnya perseroan bakal mendapatkan suntikan dana. Meskipun memang cukup sulit mendapatkan dana segar.
"Tapi yang jelas komitmen dari grup ada dan tetap," tukasnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk ke dalam perusahaan yang bermodal di bawah Rp 40 miliar di mana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.23/4/2011
Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan, sampai saat ini perusahaan asuransi yang dipimpinnya belum juga mendapatkan kepastian mengenai suntikan dana.
"Belum tahu, infonya dari grup dana dari luar (negeri) belum cair. Grup sedang mencarikan sumber dana alternatif dari dalam (negeri)," kata Timoer kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Timoer mengatakan, dirinya berharap secepatnya perseroan bakal mendapatkan suntikan dana. Meskipun memang cukup sulit mendapatkan dana segar.
"Tapi yang jelas komitmen dari grup ada dan tetap," tukasnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk ke dalam perusahaan yang bermodal di bawah Rp 40 miliar di mana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.23/4/2011
Nasib Dana Tak Jelas, Nasabah Bakrie Life Makin Memelas
Jakarta - Detik.com - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) masih belum memenuhi janjinya untuk melunasi cicilan dana pokok nasabah Diamond Investa. Bakrie Life tadinya berjanji dapat mencicil dana nasabah di 31 Maret 2011.
Yoseph, perwakilan dari nasabah Diamond Investama Bakrie Life meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk segera memanggil dan menekan manajemen Bakrie Life agar membayar tunggakan dana nasabah yang tak jelas nasibnya.
"Saya memohon kepada Bapepam untuk memanggil dan menekan lagi manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia supaya dapat membayar dana nasabah," ujar Yoseph kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Dikatakan Yoseph, pembayaran cicilon pokok dana nasabah yang tertunggak sampai saat ini belum jelas nasibnya.
"Cicilan Pokok Tertunggak September 2010, Desember dan Maret 2011 sudah lama dan tidak ada kepastian kapan akan dibayar," jelas Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.23/4/2011
Yoseph, perwakilan dari nasabah Diamond Investama Bakrie Life meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk segera memanggil dan menekan manajemen Bakrie Life agar membayar tunggakan dana nasabah yang tak jelas nasibnya.
"Saya memohon kepada Bapepam untuk memanggil dan menekan lagi manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia supaya dapat membayar dana nasabah," ujar Yoseph kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Dikatakan Yoseph, pembayaran cicilon pokok dana nasabah yang tertunggak sampai saat ini belum jelas nasibnya.
"Cicilan Pokok Tertunggak September 2010, Desember dan Maret 2011 sudah lama dan tidak ada kepastian kapan akan dibayar," jelas Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.23/4/2011
Langganan:
Komentar (Atom)
