Jakarta - Detik.com - Bakrie Capital Indonesia (BCI) sampai saat ini belum juga memberikan suntikan dana kepada PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) untuk mengembalikan tunggakan dana nasabah. Padahal sejak 2010 lalu BCI sudah berjanji bakal menyuntikkan dana.
Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengatakan, sampai saat ini perusahaan asuransi yang dipimpinnya belum juga mendapatkan kepastian mengenai suntikan dana.
"Belum tahu, infonya dari grup dana dari luar (negeri) belum cair. Grup sedang mencarikan sumber dana alternatif dari dalam (negeri)," kata Timoer kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Timoer mengatakan, dirinya berharap secepatnya perseroan bakal mendapatkan suntikan dana. Meskipun memang cukup sulit mendapatkan dana segar.
"Tapi yang jelas komitmen dari grup ada dan tetap," tukasnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
Sampai dengan kini, perusahaan asuransi milik Grup Bakrie tersebut terancam dicabut izin usahanya. Pasalnya, Bapepam-LK mencatat Bakrie Life termasuk ke dalam perusahaan yang bermodal di bawah Rp 40 miliar di mana sesuai ketentuan hingga Maret 2011 perusahaan asuransi harus memenuhi batas permodalan tersebut.23/4/2011
Dokumentasi perjuangan nasabah Diamond Investa Bakrie Life untuk mendapatkan Dana Simpanan dari Asuransi Jiwa Bakrie Life, Bakrie Grup
Rabu, 27 April 2011
Nasib Dana Tak Jelas, Nasabah Bakrie Life Makin Memelas
Jakarta - Detik.com - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) masih belum memenuhi janjinya untuk melunasi cicilan dana pokok nasabah Diamond Investa. Bakrie Life tadinya berjanji dapat mencicil dana nasabah di 31 Maret 2011.
Yoseph, perwakilan dari nasabah Diamond Investama Bakrie Life meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk segera memanggil dan menekan manajemen Bakrie Life agar membayar tunggakan dana nasabah yang tak jelas nasibnya.
"Saya memohon kepada Bapepam untuk memanggil dan menekan lagi manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia supaya dapat membayar dana nasabah," ujar Yoseph kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Dikatakan Yoseph, pembayaran cicilon pokok dana nasabah yang tertunggak sampai saat ini belum jelas nasibnya.
"Cicilan Pokok Tertunggak September 2010, Desember dan Maret 2011 sudah lama dan tidak ada kepastian kapan akan dibayar," jelas Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.23/4/2011
Yoseph, perwakilan dari nasabah Diamond Investama Bakrie Life meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk segera memanggil dan menekan manajemen Bakrie Life agar membayar tunggakan dana nasabah yang tak jelas nasibnya.
"Saya memohon kepada Bapepam untuk memanggil dan menekan lagi manajemen Bakrie Life dan Bakrie Capital Indonesia supaya dapat membayar dana nasabah," ujar Yoseph kepada detikFinance, Sabtu (23/4/2011).
Dikatakan Yoseph, pembayaran cicilon pokok dana nasabah yang tertunggak sampai saat ini belum jelas nasibnya.
"Cicilan Pokok Tertunggak September 2010, Desember dan Maret 2011 sudah lama dan tidak ada kepastian kapan akan dibayar," jelas Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life baru membayarkan kembali tunggakan kepada nasabah Diamond Investa. Namun Bakrie Life hanya membayar bunga tertunggak pada periode Juli 2010 hingga Februari 2011 dengan jumlah Rp 17 miliar. Cicilan dana pokok nasabah yang belum dibayar dijanjikan akan dilunasi pada akhir Maret 2011.
Sebelumnya pula, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% di 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.23/4/2011
Kamis, 10 Februari 2011
Respons 'Janji Palsu' Bakrie Life, Nasabah Siapkan Demo Besar
Detik.com, Jakarta-10/2/2011 - Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) nampaknya sudah lagi tidak bisa menerima perlakuan manajemen yang sama sekali tidak dapat merealisasikan pembayaran kewajibannya. Nasabah merilis pernyataan sikap terkait 'janji-janji palsu' yang diberikan oleh manajemen.
"Kami tidak lagi bisa untuk terus bersabar dan menerima perlakuan manajemen. Oleh karena itu kami menyatakan sikap terkait janji palsu Bakrie Life," demikian kutipan pernyataan sikap Nasabah Bakrie Life yang tertuang dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Kamis (10/2/2011).
Kekecewaan nasabah itu dipicu oleh pernyataan pihak Bakrie Life sebelumnya yang menyatakan sedang perusahaan sedang mengalami kesulitan likuiditas hingga nasabah terpaksa harus 'gigit jari' kembali.
Berikut Pernyataan Sikap Nasabah Bakrie Life :
1. Bapak Presiden SBY & DPR RI harus turun tangan langsung membela rakyat (Nasabah Diamond Investa Bakrie Life). Karena kasus gagal bayar Bakrie Life dapat berdampak buruk bagi iklim investasi di indonesia khususnya dunia perasuransian.
Janji presiden sewaktu kampanye dulu yaitu investasi di Indonesia aman tetapi kenyataannya mana?
2. BL (Bakrie Life) dan BCI (Bakrie Capital Indonesia) harus membayar sesuai dengan SKB, kalau tidak sesuai SKB, nasabah dengan perlindungan dan penyertaan Tuhan akan terus berupaya keras dengan berbagai macam cara sampai dananya dibayar seperti akan demo besar-besaran di Bundaran HI, Bapepam-LK, DPR-RI & Istana Negara dalam waktu dekat ini.
3. Menteri Keuangan dan Bapepam-LK harus memaksa supaya Bakrie life bayar. Anehnya Bapepam-LK tidak ditakuti oleh Bakrie Life dan BCI yang sudah janji untuk membayar tetapi hanya janji belaka.
4. AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dibubarkan saja karena tidak berfungsi dengan baik.
Seharusnya organisasi yang baik harus membantu anggotanya yaitu Bakrie Life termasuk nasabahnya. Ibarat satu tubuh kalau ibu jari terluka sudah pasti kepala ikut sakit. Sampai saat ini suaranya nyaris tidak pernah terdengar.
5. Nasabah selalu berdoa supaya Tuhan selalu memberkati Group Bakrie agar dapat membayar uang nasabah sampai lunas.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
"Kami tidak lagi bisa untuk terus bersabar dan menerima perlakuan manajemen. Oleh karena itu kami menyatakan sikap terkait janji palsu Bakrie Life," demikian kutipan pernyataan sikap Nasabah Bakrie Life yang tertuang dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Kamis (10/2/2011).
Kekecewaan nasabah itu dipicu oleh pernyataan pihak Bakrie Life sebelumnya yang menyatakan sedang perusahaan sedang mengalami kesulitan likuiditas hingga nasabah terpaksa harus 'gigit jari' kembali.
Berikut Pernyataan Sikap Nasabah Bakrie Life :
1. Bapak Presiden SBY & DPR RI harus turun tangan langsung membela rakyat (Nasabah Diamond Investa Bakrie Life). Karena kasus gagal bayar Bakrie Life dapat berdampak buruk bagi iklim investasi di indonesia khususnya dunia perasuransian.
Janji presiden sewaktu kampanye dulu yaitu investasi di Indonesia aman tetapi kenyataannya mana?
2. BL (Bakrie Life) dan BCI (Bakrie Capital Indonesia) harus membayar sesuai dengan SKB, kalau tidak sesuai SKB, nasabah dengan perlindungan dan penyertaan Tuhan akan terus berupaya keras dengan berbagai macam cara sampai dananya dibayar seperti akan demo besar-besaran di Bundaran HI, Bapepam-LK, DPR-RI & Istana Negara dalam waktu dekat ini.
3. Menteri Keuangan dan Bapepam-LK harus memaksa supaya Bakrie life bayar. Anehnya Bapepam-LK tidak ditakuti oleh Bakrie Life dan BCI yang sudah janji untuk membayar tetapi hanya janji belaka.
4. AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dibubarkan saja karena tidak berfungsi dengan baik.
Seharusnya organisasi yang baik harus membantu anggotanya yaitu Bakrie Life termasuk nasabahnya. Ibarat satu tubuh kalau ibu jari terluka sudah pasti kepala ikut sakit. Sampai saat ini suaranya nyaris tidak pernah terdengar.
5. Nasabah selalu berdoa supaya Tuhan selalu memberkati Group Bakrie agar dapat membayar uang nasabah sampai lunas.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
Rabu, 09 Februari 2011
Bakrie Life Kesulitan Likuiditas, Dana Nasabah Belum Terbayar
DetikCom, Jakarta 8/2/2011 - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali mengingkari janjinya untuk membayar kewajibannya kepada nasabah. Manajemen Bakrie Life mengungkapkan sampai saat ini perusahaan masih mengalami kesulitan likuiditas.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bakrie Life kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (7/2/2011).
"Belum bisa dibayarkan, memang grup sedang sulit likuiditas," ujar Timoer.
Menurut Timoer, pemegang saham dalam hal ini Bakrie Capital Investement (BCI) belum menggelontorkan dana untuk membayarkan seluruh kewajiban nasabah berupa bunga yang sebelumnya sempat dijanjikan pada 28 Januari 2011.
"Dropping dana dari pemegang saham yakni BCI belum ada seperti saya sampaikan dahulu, mudah-mudahan tidak terlalu lama tertundanya, nasabah mulai resah," ungkapnya.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga
dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bakrie Life kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (7/2/2011).
"Belum bisa dibayarkan, memang grup sedang sulit likuiditas," ujar Timoer.
Menurut Timoer, pemegang saham dalam hal ini Bakrie Capital Investement (BCI) belum menggelontorkan dana untuk membayarkan seluruh kewajiban nasabah berupa bunga yang sebelumnya sempat dijanjikan pada 28 Januari 2011.
"Dropping dana dari pemegang saham yakni BCI belum ada seperti saya sampaikan dahulu, mudah-mudahan tidak terlalu lama tertundanya, nasabah mulai resah," ungkapnya.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga
dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
Sabtu, 27 November 2010
Nasabah Bakrie Life Yogyakarta : Kami Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Detikcom
Jakarta - Perwakilan Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) asal Yogyakarta mendesak manajemen dan pemegang saham untuk segera membayarkan cicilan pokoknya. Pasalnya para nasabah saat ini sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk bertahan ditengah bencana Gunung Merapi.
"Nasabah Bakrie Life Yogya sangat berharap agar tabungan yang ditempatkan di produk Diamond Investa bisa segera dibayar. Saat ini kami sudah jatuh kemudian tertimpa tangga," ujar perwakilan nasabah Bakrie Life asal Yogyakarta, Ie Sioe ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (27/11/2010).
Ie Sioe mengungkapkan dana cicilan pokok tersebut sangat dibutuhkan untuk kehidupan para nasabah yang setiap hari yang sudah lebih susah mengadu nasib. "Ditambah dengan musibah bencana alam meletusnya gunung Merapi dimana kami sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah kami," tambahnya.
Ia berharap keluarga besar Bakrie tidak mau melihat nasabah Diamond Investa yang juga sebagai rakyat Indonesia dimana sedang berkabung dibiarkan terlunta lunta.
"Kiranya keluarga besar Bakrie mau mencairkan uang nasabah Diamond Investa. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan dari keluarga besar Bakrie.," tuturnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.
"Nasabah Bakrie Life Yogya sangat berharap agar tabungan yang ditempatkan di produk Diamond Investa bisa segera dibayar. Saat ini kami sudah jatuh kemudian tertimpa tangga," ujar perwakilan nasabah Bakrie Life asal Yogyakarta, Ie Sioe ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (27/11/2010).
Ie Sioe mengungkapkan dana cicilan pokok tersebut sangat dibutuhkan untuk kehidupan para nasabah yang setiap hari yang sudah lebih susah mengadu nasib. "Ditambah dengan musibah bencana alam meletusnya gunung Merapi dimana kami sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah kami," tambahnya.
Ia berharap keluarga besar Bakrie tidak mau melihat nasabah Diamond Investa yang juga sebagai rakyat Indonesia dimana sedang berkabung dibiarkan terlunta lunta.
"Kiranya keluarga besar Bakrie mau mencairkan uang nasabah Diamond Investa. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan dari keluarga besar Bakrie.," tuturnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.
Jumat, 15 Oktober 2010
Terkatung-katung 6 Bulan, Bakrie Life Akhirnya Cicil Dana Nasabah, Detik Finance, 15/10/2010
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) akhirnya kembali mencicil dana nasabah Diamond Investa yang telah terkatung-katung selama 6 bulan sejak pembayaran terakhir. Kali ini manajemen membayar cicilan dana pokok nasabah dengan total dana yang hanya sebesar Rp 30 miliar.
"Likuiditas kami saat ini memang masih terbatas jadi kami masih bayar sebagian. Jumlah seluruhnya sekitar Rp 30 miliar," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (15/10/2010).
Timoer mengatakan, cicilan pembayaran tersebut dibayarkan kepada pemegang polis Diamond Investa dibawah Rp 200 juta dan cicilan pokok bulan Juni 2010 untuk diatas Rp 200 juta.
"Dana nasabah yang dibawah Rp 200 juta akhirnya telah seluruhnya diselesaikan. Untuk yang diatas Rp 200 juta sementara cicilan pokok Juni 2010 dan bunga sampai dengan Juni juga sudah dibayarkan," papar Timoer.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Bakrie Life, Yoseph mengakui jika pembayaran telah masuk rekening para nasabah.
"Pembayaran dari Bakrie Life sudah masuk ke rekening nasabah namun ada juga yang masuk besok," tuturnya.
Menurut Yoseph, pembayaran memang dilakukan terhadap nasabah yang dananya di bawah Rp 200 juta dan cicilan pokok ke-6 (Juni 2010) beserta bunga.
"Namun untuk bunga Juli, Agustus, September dan cicilan pokok September 2010 belum dibayar," katanya.
"Nasabah mengucapkan banyak puji syukur dan berterima kasih kepada Manajemen group Bakrie, Bakrie Life, DPR melalui Komisi XI, Menkeu dan Bapepam-LK Biro Perasuransian, yang telah banyak membantu dalam Proses Pembayaran Nasabah Bakrie Life. Serta kepada kawan-kawan media," imbuh Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
"Likuiditas kami saat ini memang masih terbatas jadi kami masih bayar sebagian. Jumlah seluruhnya sekitar Rp 30 miliar," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (15/10/2010).
Timoer mengatakan, cicilan pembayaran tersebut dibayarkan kepada pemegang polis Diamond Investa dibawah Rp 200 juta dan cicilan pokok bulan Juni 2010 untuk diatas Rp 200 juta.
"Dana nasabah yang dibawah Rp 200 juta akhirnya telah seluruhnya diselesaikan. Untuk yang diatas Rp 200 juta sementara cicilan pokok Juni 2010 dan bunga sampai dengan Juni juga sudah dibayarkan," papar Timoer.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Bakrie Life, Yoseph mengakui jika pembayaran telah masuk rekening para nasabah.
"Pembayaran dari Bakrie Life sudah masuk ke rekening nasabah namun ada juga yang masuk besok," tuturnya.
Menurut Yoseph, pembayaran memang dilakukan terhadap nasabah yang dananya di bawah Rp 200 juta dan cicilan pokok ke-6 (Juni 2010) beserta bunga.
"Namun untuk bunga Juli, Agustus, September dan cicilan pokok September 2010 belum dibayar," katanya.
"Nasabah mengucapkan banyak puji syukur dan berterima kasih kepada Manajemen group Bakrie, Bakrie Life, DPR melalui Komisi XI, Menkeu dan Bapepam-LK Biro Perasuransian, yang telah banyak membantu dalam Proses Pembayaran Nasabah Bakrie Life. Serta kepada kawan-kawan media," imbuh Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Jumat, 17 September 2010
DPR Beri Deadline Bakrie Life Lunasi Dana Nasabah Sampai Oktober
Jakarta, Detik Finance, 16 September 2010
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI memberikan tenggat waktu kepada pemegang saham dan manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sampai akhir Oktober 2010 untuk mulai melunasi dana nasabah Diamond Investa.
Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum juga dibayarkan, Komisi XI akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasih ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (16/09/2010).
"Kami memberikan waktu sampai akhir bulan depan, jika tidak ada progres akan kami panggil pihak yang bersangkutan," ujar Achsanul.
Menurut Achsanul, pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak lagi bisa menganggap enteng mengenai kasus gagal bayar yang merugikan banyak nasabahnya. "Kita harus memberikan ketegasan, karena asuransi seperti layaknya bank di mana kepercayaan masyarakat mahal harganya. Oleh sebab itu kasus gagal bayar ini dapat menganggu kepercayaan terhadap industri asuransi," ungkapnya.
Jika pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak mampu memenuhi janjinya, Achsanul mengatakan pihaknya akan memanggil untuk melalui proses audiensi di DPR.
"Pertama akan kita panggil pihak nasabah untuk mengetahui asal mula kasus gagal bayar tersebut Kemudian pihak manajemen sampai kepada pihak Bapepam-LK selaku regulator," tegas Achsanul.
Namun, lanjut Achsanul pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak manajemen akan segera membayar sebagian cicilan dalam waktu dekat. Sehingga, menurutnya, pemanggilan tidak perlu dilakukan. "Saat ini mereka (manajemen Bakrie Life) akan mencoba membayar cicilan pada bulan September 2010 ini maka kita lihat saja," katanya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI memberikan tenggat waktu kepada pemegang saham dan manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sampai akhir Oktober 2010 untuk mulai melunasi dana nasabah Diamond Investa.
Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum juga dibayarkan, Komisi XI akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasih ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (16/09/2010).
"Kami memberikan waktu sampai akhir bulan depan, jika tidak ada progres akan kami panggil pihak yang bersangkutan," ujar Achsanul.
Menurut Achsanul, pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak lagi bisa menganggap enteng mengenai kasus gagal bayar yang merugikan banyak nasabahnya. "Kita harus memberikan ketegasan, karena asuransi seperti layaknya bank di mana kepercayaan masyarakat mahal harganya. Oleh sebab itu kasus gagal bayar ini dapat menganggu kepercayaan terhadap industri asuransi," ungkapnya.
Jika pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak mampu memenuhi janjinya, Achsanul mengatakan pihaknya akan memanggil untuk melalui proses audiensi di DPR.
"Pertama akan kita panggil pihak nasabah untuk mengetahui asal mula kasus gagal bayar tersebut Kemudian pihak manajemen sampai kepada pihak Bapepam-LK selaku regulator," tegas Achsanul.
Namun, lanjut Achsanul pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak manajemen akan segera membayar sebagian cicilan dalam waktu dekat. Sehingga, menurutnya, pemanggilan tidak perlu dilakukan. "Saat ini mereka (manajemen Bakrie Life) akan mencoba membayar cicilan pada bulan September 2010 ini maka kita lihat saja," katanya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Langganan:
Komentar (Atom)
