Detik.com, Jakarta-10/2/2011 - Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) nampaknya sudah lagi tidak bisa menerima perlakuan manajemen yang sama sekali tidak dapat merealisasikan pembayaran kewajibannya. Nasabah merilis pernyataan sikap terkait 'janji-janji palsu' yang diberikan oleh manajemen.
"Kami tidak lagi bisa untuk terus bersabar dan menerima perlakuan manajemen. Oleh karena itu kami menyatakan sikap terkait janji palsu Bakrie Life," demikian kutipan pernyataan sikap Nasabah Bakrie Life yang tertuang dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Kamis (10/2/2011).
Kekecewaan nasabah itu dipicu oleh pernyataan pihak Bakrie Life sebelumnya yang menyatakan sedang perusahaan sedang mengalami kesulitan likuiditas hingga nasabah terpaksa harus 'gigit jari' kembali.
Berikut Pernyataan Sikap Nasabah Bakrie Life :
1. Bapak Presiden SBY & DPR RI harus turun tangan langsung membela rakyat (Nasabah Diamond Investa Bakrie Life). Karena kasus gagal bayar Bakrie Life dapat berdampak buruk bagi iklim investasi di indonesia khususnya dunia perasuransian.
Janji presiden sewaktu kampanye dulu yaitu investasi di Indonesia aman tetapi kenyataannya mana?
2. BL (Bakrie Life) dan BCI (Bakrie Capital Indonesia) harus membayar sesuai dengan SKB, kalau tidak sesuai SKB, nasabah dengan perlindungan dan penyertaan Tuhan akan terus berupaya keras dengan berbagai macam cara sampai dananya dibayar seperti akan demo besar-besaran di Bundaran HI, Bapepam-LK, DPR-RI & Istana Negara dalam waktu dekat ini.
3. Menteri Keuangan dan Bapepam-LK harus memaksa supaya Bakrie life bayar. Anehnya Bapepam-LK tidak ditakuti oleh Bakrie Life dan BCI yang sudah janji untuk membayar tetapi hanya janji belaka.
4. AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dibubarkan saja karena tidak berfungsi dengan baik.
Seharusnya organisasi yang baik harus membantu anggotanya yaitu Bakrie Life termasuk nasabahnya. Ibarat satu tubuh kalau ibu jari terluka sudah pasti kepala ikut sakit. Sampai saat ini suaranya nyaris tidak pernah terdengar.
5. Nasabah selalu berdoa supaya Tuhan selalu memberkati Group Bakrie agar dapat membayar uang nasabah sampai lunas.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
Dokumentasi perjuangan nasabah Diamond Investa Bakrie Life untuk mendapatkan Dana Simpanan dari Asuransi Jiwa Bakrie Life, Bakrie Grup
Kamis, 10 Februari 2011
Rabu, 09 Februari 2011
Bakrie Life Kesulitan Likuiditas, Dana Nasabah Belum Terbayar
DetikCom, Jakarta 8/2/2011 - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) kembali mengingkari janjinya untuk membayar kewajibannya kepada nasabah. Manajemen Bakrie Life mengungkapkan sampai saat ini perusahaan masih mengalami kesulitan likuiditas.
Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bakrie Life kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (7/2/2011).
"Belum bisa dibayarkan, memang grup sedang sulit likuiditas," ujar Timoer.
Menurut Timoer, pemegang saham dalam hal ini Bakrie Capital Investement (BCI) belum menggelontorkan dana untuk membayarkan seluruh kewajiban nasabah berupa bunga yang sebelumnya sempat dijanjikan pada 28 Januari 2011.
"Dropping dana dari pemegang saham yakni BCI belum ada seperti saya sampaikan dahulu, mudah-mudahan tidak terlalu lama tertundanya, nasabah mulai resah," ungkapnya.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga
dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama Bakrie Life kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (7/2/2011).
"Belum bisa dibayarkan, memang grup sedang sulit likuiditas," ujar Timoer.
Menurut Timoer, pemegang saham dalam hal ini Bakrie Capital Investement (BCI) belum menggelontorkan dana untuk membayarkan seluruh kewajiban nasabah berupa bunga yang sebelumnya sempat dijanjikan pada 28 Januari 2011.
"Dropping dana dari pemegang saham yakni BCI belum ada seperti saya sampaikan dahulu, mudah-mudahan tidak terlalu lama tertundanya, nasabah mulai resah," ungkapnya.
Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran tunggakan bunga dari bulan Juli 2010 sampai Desember 2010 pada 28 Januari 2011. Bakrie Life juga menyatakan akan membayarkan dana pokok nasabah Diamond Investa di akhir Maret 2011.
Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga di 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga
dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya di atas Rp 200 juta.
(dru/qom)
Sabtu, 27 November 2010
Nasabah Bakrie Life Yogyakarta : Kami Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Detikcom
Jakarta - Perwakilan Nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) asal Yogyakarta mendesak manajemen dan pemegang saham untuk segera membayarkan cicilan pokoknya. Pasalnya para nasabah saat ini sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk bertahan ditengah bencana Gunung Merapi.
"Nasabah Bakrie Life Yogya sangat berharap agar tabungan yang ditempatkan di produk Diamond Investa bisa segera dibayar. Saat ini kami sudah jatuh kemudian tertimpa tangga," ujar perwakilan nasabah Bakrie Life asal Yogyakarta, Ie Sioe ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (27/11/2010).
Ie Sioe mengungkapkan dana cicilan pokok tersebut sangat dibutuhkan untuk kehidupan para nasabah yang setiap hari yang sudah lebih susah mengadu nasib. "Ditambah dengan musibah bencana alam meletusnya gunung Merapi dimana kami sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah kami," tambahnya.
Ia berharap keluarga besar Bakrie tidak mau melihat nasabah Diamond Investa yang juga sebagai rakyat Indonesia dimana sedang berkabung dibiarkan terlunta lunta.
"Kiranya keluarga besar Bakrie mau mencairkan uang nasabah Diamond Investa. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan dari keluarga besar Bakrie.," tuturnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.
"Nasabah Bakrie Life Yogya sangat berharap agar tabungan yang ditempatkan di produk Diamond Investa bisa segera dibayar. Saat ini kami sudah jatuh kemudian tertimpa tangga," ujar perwakilan nasabah Bakrie Life asal Yogyakarta, Ie Sioe ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Sabtu (27/11/2010).
Ie Sioe mengungkapkan dana cicilan pokok tersebut sangat dibutuhkan untuk kehidupan para nasabah yang setiap hari yang sudah lebih susah mengadu nasib. "Ditambah dengan musibah bencana alam meletusnya gunung Merapi dimana kami sangat membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah kami," tambahnya.
Ia berharap keluarga besar Bakrie tidak mau melihat nasabah Diamond Investa yang juga sebagai rakyat Indonesia dimana sedang berkabung dibiarkan terlunta lunta.
"Kiranya keluarga besar Bakrie mau mencairkan uang nasabah Diamond Investa. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan dari keluarga besar Bakrie.," tuturnya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.
Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Cicilan dana pokok baru dibayarkan dua kali yakni Maret 2010 dan Juni 2010. Cicilan pokok pada September 2010 belum dibayarkan berikut bunga dari Juli 2010 sampai November 2010.
Sehingga Bakrie Life masih mempunyai sisa utang kurang lebih senilai Rp 290 miliar kepada 250 nasabah Diamond Investa yang menginvestasikan dananya diatas Rp 200 juta.
Jumat, 15 Oktober 2010
Terkatung-katung 6 Bulan, Bakrie Life Akhirnya Cicil Dana Nasabah, Detik Finance, 15/10/2010
Jakarta - PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) akhirnya kembali mencicil dana nasabah Diamond Investa yang telah terkatung-katung selama 6 bulan sejak pembayaran terakhir. Kali ini manajemen membayar cicilan dana pokok nasabah dengan total dana yang hanya sebesar Rp 30 miliar.
"Likuiditas kami saat ini memang masih terbatas jadi kami masih bayar sebagian. Jumlah seluruhnya sekitar Rp 30 miliar," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (15/10/2010).
Timoer mengatakan, cicilan pembayaran tersebut dibayarkan kepada pemegang polis Diamond Investa dibawah Rp 200 juta dan cicilan pokok bulan Juni 2010 untuk diatas Rp 200 juta.
"Dana nasabah yang dibawah Rp 200 juta akhirnya telah seluruhnya diselesaikan. Untuk yang diatas Rp 200 juta sementara cicilan pokok Juni 2010 dan bunga sampai dengan Juni juga sudah dibayarkan," papar Timoer.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Bakrie Life, Yoseph mengakui jika pembayaran telah masuk rekening para nasabah.
"Pembayaran dari Bakrie Life sudah masuk ke rekening nasabah namun ada juga yang masuk besok," tuturnya.
Menurut Yoseph, pembayaran memang dilakukan terhadap nasabah yang dananya di bawah Rp 200 juta dan cicilan pokok ke-6 (Juni 2010) beserta bunga.
"Namun untuk bunga Juli, Agustus, September dan cicilan pokok September 2010 belum dibayar," katanya.
"Nasabah mengucapkan banyak puji syukur dan berterima kasih kepada Manajemen group Bakrie, Bakrie Life, DPR melalui Komisi XI, Menkeu dan Bapepam-LK Biro Perasuransian, yang telah banyak membantu dalam Proses Pembayaran Nasabah Bakrie Life. Serta kepada kawan-kawan media," imbuh Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
"Likuiditas kami saat ini memang masih terbatas jadi kami masih bayar sebagian. Jumlah seluruhnya sekitar Rp 30 miliar," ujar Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Jumat (15/10/2010).
Timoer mengatakan, cicilan pembayaran tersebut dibayarkan kepada pemegang polis Diamond Investa dibawah Rp 200 juta dan cicilan pokok bulan Juni 2010 untuk diatas Rp 200 juta.
"Dana nasabah yang dibawah Rp 200 juta akhirnya telah seluruhnya diselesaikan. Untuk yang diatas Rp 200 juta sementara cicilan pokok Juni 2010 dan bunga sampai dengan Juni juga sudah dibayarkan," papar Timoer.
Dihubungi secara terpisah, perwakilan nasabah Bakrie Life, Yoseph mengakui jika pembayaran telah masuk rekening para nasabah.
"Pembayaran dari Bakrie Life sudah masuk ke rekening nasabah namun ada juga yang masuk besok," tuturnya.
Menurut Yoseph, pembayaran memang dilakukan terhadap nasabah yang dananya di bawah Rp 200 juta dan cicilan pokok ke-6 (Juni 2010) beserta bunga.
"Namun untuk bunga Juli, Agustus, September dan cicilan pokok September 2010 belum dibayar," katanya.
"Nasabah mengucapkan banyak puji syukur dan berterima kasih kepada Manajemen group Bakrie, Bakrie Life, DPR melalui Komisi XI, Menkeu dan Bapepam-LK Biro Perasuransian, yang telah banyak membantu dalam Proses Pembayaran Nasabah Bakrie Life. Serta kepada kawan-kawan media," imbuh Yoseph.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Jumat, 17 September 2010
DPR Beri Deadline Bakrie Life Lunasi Dana Nasabah Sampai Oktober
Jakarta, Detik Finance, 16 September 2010
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI memberikan tenggat waktu kepada pemegang saham dan manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sampai akhir Oktober 2010 untuk mulai melunasi dana nasabah Diamond Investa.
Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum juga dibayarkan, Komisi XI akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasih ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (16/09/2010).
"Kami memberikan waktu sampai akhir bulan depan, jika tidak ada progres akan kami panggil pihak yang bersangkutan," ujar Achsanul.
Menurut Achsanul, pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak lagi bisa menganggap enteng mengenai kasus gagal bayar yang merugikan banyak nasabahnya. "Kita harus memberikan ketegasan, karena asuransi seperti layaknya bank di mana kepercayaan masyarakat mahal harganya. Oleh sebab itu kasus gagal bayar ini dapat menganggu kepercayaan terhadap industri asuransi," ungkapnya.
Jika pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak mampu memenuhi janjinya, Achsanul mengatakan pihaknya akan memanggil untuk melalui proses audiensi di DPR.
"Pertama akan kita panggil pihak nasabah untuk mengetahui asal mula kasus gagal bayar tersebut Kemudian pihak manajemen sampai kepada pihak Bapepam-LK selaku regulator," tegas Achsanul.
Namun, lanjut Achsanul pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak manajemen akan segera membayar sebagian cicilan dalam waktu dekat. Sehingga, menurutnya, pemanggilan tidak perlu dilakukan. "Saat ini mereka (manajemen Bakrie Life) akan mencoba membayar cicilan pada bulan September 2010 ini maka kita lihat saja," katanya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI memberikan tenggat waktu kepada pemegang saham dan manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sampai akhir Oktober 2010 untuk mulai melunasi dana nasabah Diamond Investa.
Jika sampai dengan batas waktu tersebut belum juga dibayarkan, Komisi XI akan memanggil pihak-pihak yang bersangkutan.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasih ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (16/09/2010).
"Kami memberikan waktu sampai akhir bulan depan, jika tidak ada progres akan kami panggil pihak yang bersangkutan," ujar Achsanul.
Menurut Achsanul, pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak lagi bisa menganggap enteng mengenai kasus gagal bayar yang merugikan banyak nasabahnya. "Kita harus memberikan ketegasan, karena asuransi seperti layaknya bank di mana kepercayaan masyarakat mahal harganya. Oleh sebab itu kasus gagal bayar ini dapat menganggu kepercayaan terhadap industri asuransi," ungkapnya.
Jika pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak mampu memenuhi janjinya, Achsanul mengatakan pihaknya akan memanggil untuk melalui proses audiensi di DPR.
"Pertama akan kita panggil pihak nasabah untuk mengetahui asal mula kasus gagal bayar tersebut Kemudian pihak manajemen sampai kepada pihak Bapepam-LK selaku regulator," tegas Achsanul.
Namun, lanjut Achsanul pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak manajemen akan segera membayar sebagian cicilan dalam waktu dekat. Sehingga, menurutnya, pemanggilan tidak perlu dilakukan. "Saat ini mereka (manajemen Bakrie Life) akan mencoba membayar cicilan pada bulan September 2010 ini maka kita lihat saja," katanya.
Seperti diketahui, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.
Sebanyak 25% pada tahun 2010 dibayar empat kali setiap akhir triwulan, demikian juga pada tahun 2011, dan sisanya 50% di Januari 2012 namun nasabah kembali gigit jari karena SKB tidak diindahkan oleh manajemen.
Skema pembayaran Angsuran Pokok dana tersebut yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6.25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%).
Jumat, 03 September 2010
Pertanyakan Nasib Dana, Nasabah Bakrie Life 'Serbu' Wisma Bakrie, Detik Finance
Jakarta - Sejumlah Nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mendatangi Kantor Pusat Bakrie Capital Indonesia (BCI). Nasabah berharap bisa bertemu dengan pihak BCI selaku pemegang saham Bakrie Life untuk mendapatkan kepastian pembayaran dana pokok yang terkatung-katung.
"Nasabah Bakrie Life seluruh Indonesia rencananya akan datang ke kantor BCI untuk meminta pertanggungjawaban pembayaran," ujar Koordinator Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life, Wahyudi ketika ditemui detikFinance di Kantor BCI, Gedung Wisma Bakrie II, Kuningan, Jakarta, Jumat (03/09/2010).
Wahyudi mengatakan, nasabah berharap dapat bertemu langsung dengan direksi BCI atau langsung bertemu dengan pemilik BCI yakni Nirwan Bakrie.
"Kita berharap dapat bertemu langsung dengan direksi atau dengan bapak Nirwan Bakrie langsung agar ada kejelasan pembayaran dana nasabah," ujarnya.
Berdasarkan pantauan detikFinance di Kantor BCI, nasabah yang berjumlah kurang lebih 30 orang tampak masih berada di depan Kantor BCI. Sejumlah nasabah tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari pihak keamanan setempat.
Pihak BCI hanya menerima 5 orang perwakilan dari nasabah untuk bertemu dengan pihak direksi.
Seperti diketahui Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada sejumlah nasabah Diamond Investa senilai Rp 360 miliar. Bakrie Life berjanji akan mengembalikan dana secara dicicil hingga 2012 namun di pertengahan jalan pembayaran tersebut tersendat tanpa keterangan jelas dari pihak manajemen. (dru/dnl)
"Nasabah Bakrie Life seluruh Indonesia rencananya akan datang ke kantor BCI untuk meminta pertanggungjawaban pembayaran," ujar Koordinator Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life, Wahyudi ketika ditemui detikFinance di Kantor BCI, Gedung Wisma Bakrie II, Kuningan, Jakarta, Jumat (03/09/2010).
Wahyudi mengatakan, nasabah berharap dapat bertemu langsung dengan direksi BCI atau langsung bertemu dengan pemilik BCI yakni Nirwan Bakrie.
"Kita berharap dapat bertemu langsung dengan direksi atau dengan bapak Nirwan Bakrie langsung agar ada kejelasan pembayaran dana nasabah," ujarnya.
Berdasarkan pantauan detikFinance di Kantor BCI, nasabah yang berjumlah kurang lebih 30 orang tampak masih berada di depan Kantor BCI. Sejumlah nasabah tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari pihak keamanan setempat.
Pihak BCI hanya menerima 5 orang perwakilan dari nasabah untuk bertemu dengan pihak direksi.
Seperti diketahui Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada sejumlah nasabah Diamond Investa senilai Rp 360 miliar. Bakrie Life berjanji akan mengembalikan dana secara dicicil hingga 2012 namun di pertengahan jalan pembayaran tersebut tersendat tanpa keterangan jelas dari pihak manajemen. (dru/dnl)
Datangi Wisma Bakrie, Nasabah Bakrie Life Diusir Satpam dan Polisi, Detik Finance
Jakarta - Nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan Bakrie Capital Indonesia (BCI) untuk menggelar orasinya. Namun para nasabah tetap memaksakan diri untuk memasang poster dan spanduk di depan kantor Bakrie Group tersebut.
"Kita tidak mendapat izin, namun kita tetap akan memasang poster dan spanduk agar para masyarakat mengetahui siapa Bakrie sebenarnya," ujar Koordinator Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life, Wahyudi ketika ditemui di Kantor Pusat BCI, Wisma Bakrie II, Kuningan, Jakarta, Jumat (03/09/2010).
Sekitar 30 orang nasabah yang menjadi 'korban' Bakrie Life memasang beberapa poster dan memegang spanduk-spanduk berisi ungkapan kekesalan mereka.
Spanduk dan poster tersebut bertuliskan antara lain, 'Bakrie Life, Kami Butuh Dana Tersebut Untuk Biaya Anak Sekolah dan Berobat' dan 'Rp 360 miliar Dana Kami Kemana? Menkeu, Periksa Kembali Bakrie Life'.
Setelah kurang lebih selama 10 menit menggelar orasinya, pihak keamanan setempat dan Polda akhirnya meminta secara paksa kepada nasabah untuk membubarkan diri. Para nasabah dengan penuh kekesalan akhirnya meninggalkan Kantor Pusat BCI.
Pihak BCI akhirnya hanya menerima 5 orang perwakilan dari nasabah untuk bertemu dengan pihak direksi. Nasabah berharap bisa bertemu dengan pihak BCI selaku pemegang saham Bakrie Life untuk mendapatkan kepastian pembayaran dana pokok yang terkatung-katung.
Seperti diketahui Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada sejumlah nasabah Diamond Investa senilai Rp 360 miliar. Bakrie Life berjanji akan mengembalikan dana secara dicicil hingga 2012 namun di pertengahan jalan pembayaran tersebut tersendat tanpa keterangan jelas dari pihak manajemen.
"Kita tidak mendapat izin, namun kita tetap akan memasang poster dan spanduk agar para masyarakat mengetahui siapa Bakrie sebenarnya," ujar Koordinator Tim Penyelamatan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Bakrie Life, Wahyudi ketika ditemui di Kantor Pusat BCI, Wisma Bakrie II, Kuningan, Jakarta, Jumat (03/09/2010).
Sekitar 30 orang nasabah yang menjadi 'korban' Bakrie Life memasang beberapa poster dan memegang spanduk-spanduk berisi ungkapan kekesalan mereka.
Spanduk dan poster tersebut bertuliskan antara lain, 'Bakrie Life, Kami Butuh Dana Tersebut Untuk Biaya Anak Sekolah dan Berobat' dan 'Rp 360 miliar Dana Kami Kemana? Menkeu, Periksa Kembali Bakrie Life'.
Setelah kurang lebih selama 10 menit menggelar orasinya, pihak keamanan setempat dan Polda akhirnya meminta secara paksa kepada nasabah untuk membubarkan diri. Para nasabah dengan penuh kekesalan akhirnya meninggalkan Kantor Pusat BCI.
Pihak BCI akhirnya hanya menerima 5 orang perwakilan dari nasabah untuk bertemu dengan pihak direksi. Nasabah berharap bisa bertemu dengan pihak BCI selaku pemegang saham Bakrie Life untuk mendapatkan kepastian pembayaran dana pokok yang terkatung-katung.
Seperti diketahui Bakrie Life mengalami gagal bayar kepada sejumlah nasabah Diamond Investa senilai Rp 360 miliar. Bakrie Life berjanji akan mengembalikan dana secara dicicil hingga 2012 namun di pertengahan jalan pembayaran tersebut tersendat tanpa keterangan jelas dari pihak manajemen.
Langganan:
Komentar (Atom)


